Biar Tetap Fokus di Jalan dan Kantor, Ini Menu Sahur yang Bikin Tahan Ngantuk
JAKARTA, GENVOICE.ID - Sahur sering dianggap sekadar formalitas sebelum menjalani puasa seharian. Padahal, pilihan makanan saat sahur sangat berpengaruh pada stamina dan konsentrasi, terutama bagi pekerja lapangan dan pengemudi yang membutuhkan fokus tinggi sejak pagi.
Dokter dan ahli gizi masyarakat, Tan Shot Yen, mengingatkan agar tidak sembarangan memilih menu sahur. Ia menilai kebiasaan mengonsumsi makanan atau minuman tinggi gula justru bisa menjadi pemicu rasa lemas dan kantuk di pagi hari.
Menurutnya, makanan manis memang dapat meningkatkan energi secara cepat. Namun, lonjakan gula darah yang terjadi setelahnya akan diikuti peningkatan insulin untuk menurunkan kadar gula kembali normal. Proses inilah yang membuat tubuh terasa lemas dan konsentrasi menurun beberapa jam kemudian.
Biasanya, sekitar dua jam setelah menyantap makanan tinggi gula sederhana, kadar gula darah akan naik tajam lalu turun drastis. Fluktuasi ini memicu rasa mengantuk dan sulit fokus, kondisi yang tentu berisiko bagi mereka yang bekerja di kantor, pabrik, maupun di balik kemudi kendaraan.
Karena itu, sahur sebaiknya tidak hanya mengenyangkan, tetapi juga memperhatikan keseimbangan zat gizi. Tan mendorong masyarakat menerapkan prinsip makan seimbang dengan menu yang sederhana namun lengkap.
Salah satu panduan yang bisa diterapkan adalah konsep "Isi Piringku" dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Pedoman ini menekankan pembagian porsi makan dalam satu piring agar kebutuhan gizi terpenuhi secara proporsional.
Dalam konsep tersebut, setengah piring diisi sayur dan buah sebagai sumber serat, vitamin, dan mineral. Sementara setengah lainnya terdiri dari makanan pokok sumber karbohidrat serta lauk sebagai sumber protein, baik nabati maupun hewani.
Untuk sahur, karbohidrat kompleks seperti nasi, roti gandum, kentang, atau umbi-umbian lebih disarankan dibandingkan makanan manis. Karbohidrat kompleks dicerna lebih lambat sehingga membantu menjaga kadar gula darah tetap stabil lebih lama.
Sumber protein seperti telur, ikan, ayam, tahu, dan tempe juga penting untuk mempertahankan rasa kenyang dan menjaga massa otot. Ditambah sayuran dan buah, kombinasi ini membantu tubuh tetap bertenaga hingga siang hari.
Dengan menu sahur yang tepat, risiko kantuk berlebihan dan penurunan konsentrasi bisa diminimalkan. Bagi pekerja dan pengemudi, memilih asupan yang seimbang bukan hanya soal kesehatan, tetapi juga soal keselamatan dan produktivitas selama menjalani puasa.