Mengenal Rosan Perkasa Roeslani, CEO Danantara yang Akan Kelola Investasi Bernilai Triliunan
JAKARTA, GENVOICE.ID - Indonesia memasuki era baru dalam pengelolaan investasi ketika Presiden Prabowo Subianto, pada Senin (24/2), secara resmi meluncurkan Daya Anagata Nusantara (Danantara), sebuah badan yang digadang-gadang bakal jadi ujung tombak investasi strategis Tanah Air.
Sosok di balik kemudi Danantara tidak lain tidak bukan adalah Rosan Perkasa Roeslani, yang kini resmi diembankan jabatan sebagai CEO Danantara, seperti dilansir dari Antara.
Bukan nama asing di dunia bisnis dan pemerintahan, Rosan datang dengan segudang pengalaman. Mulai dari menjabat Menteri Investasi sekaligus Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) dalam Kabinet Merah Putih.
Kini, tantangan barunya di Danantara adalah mengelola aset yang nilainya bikin melongo, yaitu lebih dari 900 miliar dolar AS atau sekitar Rp14.000 triliun.
Bagi yang belum familiar, Rosan adalah contoh nyata seseorang yang piawai menyeimbangkan dunia bisnis dan politik. Lahir di Jakarta pada 31 Desember 1968, ia meraih gelar sarjana di Oklahoma State University dan menyelesaikan MBA di Antwerpen European University di Belgia.
Karirnya melejit saat menjabat sebagai Ketua Umum Kadin Indonesia (2015-2020), lalu dipercaya sebagai Duta Besar Republik Indonesia (Dubes RI) untuk Amerika Serikat (AS) pada 2021. Tak berhenti di situ, Rosan juga pernah menjadi Wakil Menteri BUMN dan Wakil Komisaris Utama PT Pertamina, sebelum akhirnya mengemban tugas barunya di Danantara.
Dalam dunia bisnis, Rosan bukan sekadar pemain. Bersama dua rekannya, Sandiaga Uno dan Elvin Ramli, ia mendirikan perusahaan penasihat keuangan bernama PT Republika Indonesia Funding atau Finance Indonesia pada 1997.
Dan soal harta, Jangan ditanya. Menurut Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN), kekayaan Rosan tercatat senilai Rp860,71 miliar per akhir 2023. Forbes juga pernah menempatkannya di daftar 100 orang terkaya Indonesia, dengan kekayaan mencapai 450 juta dolar AS pada 2021.
Danantara: Harapan Baru Investasi Indonesia
Lalu, apa sih sebenarnya Danantara? Lembaga ini dibentuk untuk mengelola investasi skala besar di berbagai sektor vital. Mulai dari energi terbarukan, manufaktur canggih, hingga produksi pangan, semua ada dalam daftar prioritas.
Dengan dana awal 20 miliar dolar AS, Danantara diharapkan jadi penggerak ekonomi yang tak cuma berorientasi pada keuntungan, tapi juga berdampak nyata bagi masyarakat. Dana yang dikelola juga akan digunakan untuk membiayai proyek berkelanjutan dan berdampak tinggi di berbagai sektor.
Mengelola dana sebesar itu tentu bukan pekerjaan solo. Rosan akan dibantu oleh Dony Oskaria sebagai COO dan Pandu Patria Sjahrir sebagai CIO. Selain itu, Dewan Pengawas yang dipimpin Menteri BUMN Erick Thohir, dengan Wakil Ketua Muliaman Hadad, turut memastikan bahwa setiap langkah Danantara berjalan sesuai rencana. Ada juga pengawasan dari Kementerian Keuangan, BPK, hingga KPK untuk menjamin transparansi.
Menariknya, Danantara juga membuka ruang bagi penasihat global dari negara-negara seperti AS, Inggris, China, hingga India. Tujuannya adalah untuk menghadirkan perspektif internasional yang bisa memperkuat strategi investasi nasional.
Dengan segala potensi yang dimiliki, Danantara di bawah kepemimpinan Rosan Perkasa Roeslani dipandang sebagai harapan baru bagi perekonomian Indonesia. Tak hanya untuk mendatangkan investasi jumbo, tapi juga memastikan dana yang dikelola bisa menyentuh sektor-sektor yang benar-benar dibutuhkan rakyat.