Pesta Miras Maut di Malang, Korban Tewas Bertambah Jadi Tujuh Orang
JAKARTA, GENVOICE.ID - Jumlah korban meninggal dunia akibat pesta minuman keras (miras) di Desa Bunut Wetan, Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang, Jawa Timur, kembali bertambah.
Dua peserta pesta miras, Heri (40) dan Soim (42), dinyatakan meninggal dunia setelah sempat menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA) Malang.
Kapolsek Pakis AKP Suyanto membenarkan kabar tersebut. Ia menyebut Heri meninggal pada Sabtu (20/12/2025) pukul 14.05 WIB, disusul Soim sekitar satu jam kemudian, tepatnya pukul 15.00 WIB. Dengan meninggalnya kedua korban, total korban tewas dalam insiden ini kini mencapai tujuh orang.
Peristiwa bermula dari pesta miras yang digelar pada Minggu (14/12/2025) di rumah salah satu warga Desa Bunut Wetan. Sekitar 20 orang disebut ikut dalam pesta tersebut. Tak lama setelah pesta berlangsung, dua orang dilaporkan meninggal dunia. Dalam beberapa hari berikutnya, korban terus berjatuhan hingga jumlahnya bertambah menjadi lima orang, sebelum akhirnya Heri dan Soim menyusul meninggal dunia setelah kritis.
Polisi mengungkapkan, pesta miras tersebut tidak hanya berlangsung di satu lokasi. Sebagian korban diketahui mengikuti pesta miras di dua tempat berbeda, yakni di Desa Bunut Wetan dan Desa Sukoanyar. Di Desa Sukoanyar, empat orang dilaporkan mengonsumsi miras, dengan tiga di antaranya meninggal dunia dan satu orang masih dalam kondisi kritis. Sementara itu, korban dari Desa Bunut Wetan sempat dirawat di rumah sakit sebelum akhirnya dinyatakan meninggal.
Meski jumlah korban terus bertambah, pihak kepolisian memastikan hingga saat ini tidak ada satu pun keluarga korban yang mengajukan tuntutan hukum. Namun demikian, penyelidikan tetap dilakukan untuk mengungkap penyebab pasti kematian para korban.
AKP Suyanto menyebut seluruh korban diketahui mengonsumsi minuman keras jenis anggur. Untuk memastikan apakah terdapat kandungan berbahaya di dalam minuman tersebut, polisi telah mengamankan sisa miras yang dikonsumsi para korban dan mengirimkannya ke laboratorium Polda Jawa Timur untuk diuji.
"Hasil laboratorium masih kami tunggu. Kami ingin memastikan apakah ada kandungan berbahaya yang menyebabkan korban meninggal dunia," ujarnya.
Kasus pesta miras maut di Malang ini kembali menjadi sorotan, mengingat jumlah korban yang terus bertambah dan menimbulkan keprihatinan masyarakat. Polisi menegaskan akan terus mendalami kasus ini demi memastikan penyebab kematian para korban serta mencegah kejadian serupa terulang.