Jadi Pemain Tertua di JLM, Yolla Yuliana Masih Ogah Pensiun!

Genvoice.id | 23 Dec 2025

JAKARTA, GENVOICE.ID - Kabar mengejutkan datang dari dunia voli tanah air yang pastinya bakal bikin kalian semua heboh, terutama buat para penggemar berat Proliga. Bidadari voli nasional, Yolla Yuliana, baru saja memberikan pernyataan tegas mengenai masa depannya di dunia olahraga yang telah membesarkan namanya tersebut. Di tengah munculnya banyak talenta muda berbakat yang mulai mendominasi lapangan, spekulasi mengenai kapan sang ratu voli ini bakal gantung sepatu alias pensiun sempat ramai diperbincangkan. Apalagi, untuk musim kompetisi Proliga 2026 mendatang, Yolla resmi berpindah haluan dan bergabung dengan tim Jakarta Livin Mandiri (JLM). Keputusannya ini menjadi sorotan karena di tim barunya tersebut, Yolla menyandang status yang cukup kontras dibanding rekan-rekan setimnya. Namun, bukannya merasa minder atau sudah habis masa jayanya, atlet kelahiran Bandung ini justru menunjukkan semangat yang makin membara untuk terus melompat dan memukul bola di atas net.

Meskipun usianya kini sudah masuk kepala tiga, Yolla menegaskan bahwa niat untuk pensiun sama sekali belum terlintas di pikirannya. Ia mengaku bahwa dalam setiap sesi latihan maupun pertandingan, selalu ada dorongan kuat dari dalam hatinya untuk terus membuktikan kemampuan diri. Baginya, tantangan fisik atau cedera yang sering menghantui atlet profesional bukanlah halangan yang harus ditakuti, melainkan ujian yang harus dilewati demi tetap eksis di level tertinggi.

"Di hati sendiri itu memacu, bisa kok ayo lawan diri kamu. Cedera dikit bisa kok. Jadi ada pertandingan di dalam diri sendiri, antara pengen sudah atau lanjut," kata Yolla dilansir dari Antara, Senin (22/12/2025).

Gen, kalian perlu tahu kalau di Jakarta Livin Mandiri nanti, Yolla bakal dikelilingi oleh para pemain yang usianya jauh di bawahnya. Bayangkan saja, di skuad tersebut ada pemain yang masih berumur 14 hingga 17 tahun, sementara Yolla sendiri merupakan kelahiran 1994. Menjadi pemain paling senior di antara barisan "anak kemarin sore" ini ternyata memberikan tantangan tersendiri bagi Yolla. Bukannya merasa canggung, ia justru merasa tertantang untuk menjadi mentor sekaligus penyeimbang di lapangan.

"Dengan banyaknya pemain muda, itu memang PR tersendiri. Ada yang 14 tahun, ada yang 17 tahun, jadi saya yang 30-an sendiri. Tapi itu justru bikin saya semakin semangat," jelas atlet yang tetap konsisten menempati posisi middle blocker ini.

Yolla melihat bahwa energi meledak-ledak dari para pemain junior adalah modal utama yang sangat dibutuhkan oleh Jakarta Livin Mandiri di Proliga 2026. Ia merasa mental pemain muda yang masih berapi-api bisa menjadi mesin penggerak tim untuk meraih hasil maksimal. Menurutnya, tim yang terlalu banyak dihuni pemain senior terkadang justru kurang memiliki gairah yang meledak-ledak.

Selain soal usia, Yolla juga memikul beban yang cukup berat karena predikatnya sebagai "pembawa hoki" ke babak grand final. Sejak Proliga bergulir lagi setelah pandemi, tim mana pun yang dibela Yolla hampir selalu berhasil menembus partai puncak. Label ini diakuinya menjadi tekanan pribadi, apalagi saat ini Jakarta Livin Mandiri masih harus berjuang keras untuk setidaknya bisa mengamankan tiket ke babak Final Four terlebih dahulu.

"Predikat grand final itu memang sudah melekat, dan itu jadi beban buat saya pribadi. Apalagi Livin Mandiri lagi mencari tiket Final Four dulu. Tapi setiap pemain pasti punya bebannya masing-masing," tambah Yolla.

Terkait status apakah ia akan kembali didapuk menjadi kapten tim seperti di klub sebelumnya, Yolla mengaku masih menunggu keputusan resmi dari manajemen. Satu yang pasti, ia siap memberikan performa terbaiknya sebagai tembok pertahanan tim di lini tengah.