Meta Masuk Bisnis Listrik, Demi Pasok Energi untuk AI dan Data Center

Genvoice.id | 23 Nov 2025

JAKATRA, GENVOICE.ID - Gen, perkembangan dunia teknologi makin gila karena kebutuhan listrik perusahaan-perusahaan raksasa terus naik seiring pesatnya penggunaan AI dan data center. Kini Meta, perusahaan induk Facebook dan Instagram, mengambil langkah besar yang sebelumnya nggak pernah mereka lakukan: masuk ke bisnis perdagangan listrik. Langkah ini jadi sorotan karena menunjukkan betapa seriusnya perusahaan tersebut dalam mengejar kebutuhan energi yang makin membengkak akibat ekspansi teknologi mereka.

TechCrunch, mengutip laporan Bloomberg, menyebutkan kalau Meta dan Microsoft sedang mengurus izin federal agar bisa memperdagangkan listrik. Artinya, kedua perusahaan ini bakal punya peran langsung dalam proses jual beli energi, bukan cuma sebagai pembeli pasif. Meta bilang strategi ini akan bikin mereka lebih fleksibel karena bisa melakukan pembelian jangka panjang dari pembangkit baru, sekaligus punya opsi menjual kembali sebagian daya ketika dibutuhkan. Ini jadi cara mereka mengurangi risiko ketika permintaan energi naik-turun.

Kepala Energi Global Meta, Urvi Parekh, juga menegaskan pentingnya keterlibatan perusahaan besar dalam urusan suplai listrik. Menurutnya, para pengembang pembangkit butuh kepastian bahwa konsumen besar seperti Meta mau terjun langsung dalam ekosistem energi. "Tanpa Meta mengambil peran lebih aktif dalam menyuarakan kebutuhan untuk meningkatkan jumlah daya yang ada di sistem, prosesnya tidak akan berjalan secepat yang kami harapkan," ujar Parekh kepada Bloomberg.

Kebutuhan listrik teknologi memang bukan main, Gen. Bloomberg memperkirakan bahwa hanya untuk pusat data Meta di Louisiana saja, diperlukan pembangunan setidaknya tiga pembangkit listrik berbasis gas baru. Bayangkan, itu baru satu lokasi. Pertumbuhan AI dan layanan digital bikin konsumsi daya melonjak drastis, dan perusahaan seperti Meta harus bergerak cepat agar operasionalnya nggak keteteran.

Meta sendiri sudah mulai mengamankan suplai energi tambahan. Mereka menandatangani tiga kontrak baru untuk membeli hingga 1 gigawatt listrik dari pembangkit tenaga surya. Langkah ini sejalan dengan strategi mereka menggunakan energi terbarukan untuk mendorong perkembangan teknologi kecerdasan buatan. Bahkan sebelumnya, Meta sudah membeli 600 megawatt listrik dari pembangkit tenaga surya besar di dekat Lubbock, Texas, yang ditargetkan beroperasi pada 2027.

Gerakan Meta masuk ke bisnis listrik ini jelas bikin peta industri energi makin dinamis. Kalau perusahaan teknologi sebesar mereka saja mulai terjun langsung, bukan nggak mungkin perusahaan lain bakal ikut menyusul. Yang jelas, kebutuhan energi untuk AI ke depan bakal makin besar dan persaingan memperebutkan pasokan listrik bisa semakin ketat.

Untuk sekarang, Gen, langkah ini jadi bukti kalau masa depan teknologi bukan cuma soal software dan inovasi digital, tapi juga soal seberapa kuat perusahaan bisa menyediakan energi untuk menopangnya.