Indonesia Tutup ISG Riyadh 2025 di Peringkat 13, Raih 25 Medali dari Kontingen Minimalis

Genvoice.id | 23 Nov 2025

JAKARTA, GENVOICE.ID - Indonesia resmi menuntaskan perjuangan di ajang Islamic Solidarity Games (ISG) Riyadh 2025 dengan finis di posisi ke-13 dari total 57 negara peserta.

Bertanding dengan kontingen yang lebih ramping dibanding edisi sebelumnya, Tim Merah Putih tetap berhasil membawa pulang 25 medali yang terdiri dari empat emas, 12 perak, dan sembilan perunggu.

Chef de Mission Indonesia, Endri Erawan, menyampaikan rasa bangga atas performa para atlet. Ia menilai hasil tersebut mencerminkan kemampuan Indonesia yang masih kompetitif di antara negara-negara Islam lainnya, meski jumlah atlet yang diberangkatkan jauh lebih sedikit.

"Meskipun jumlah kontingen minimalis, mereka menunjukkan kemampuan maksimal dan berjuang sepenuh hati," ujar Endri dalam keterangan Komite Olimpiade Indonesia.

Pada edisi 2021 di Konya, Turki, Indonesia berada di posisi ketujuh dengan 13 emas, 14 perak, dan 29 perunggu. Perbedaan capaian ini dipengaruhi jumlah atlet yang turun, di mana Indonesia saat itu mengirimkan 87 atlet untuk 13 cabang olahraga. Sementara di Riyadh, hanya 39 atlet yang diturunkan untuk bersaing di tujuh cabang.

Tahun ini, Indonesia tidak turun dengan kekuatan penuh karena sebagian atlet fokus mempersiapkan diri menghadapi SEA Games 2025 di Thailand pada akhir tahun.

Klasemen 13 Besar ISG Riyadh 2025:

  1. Turki - 72 emas, 44 perak, 39 perunggu (155 total)

  2. Uzbekistan - 29 emas, 35 perak, 32 perunggu (96 total)

  3. Iran - 29 emas, 19 perak, 31 perunggu (79 total)

  4. Arab Saudi - 18 emas, 12 perak, 27 perunggu (57 total)

  5. Mesir - 17 emas, 11 perak, 17 perunggu (45 total)

  6. Bahrain - 16 emas, 11 perak, 7 perunggu (34 total)

  7. Kazakhstan - 15 emas, 20 perak, 21 perunggu (56 total)

  8. Nigeria - 11 emas, 12 perak, 7 perunggu (30 total)

  9. Maroko - 10 emas, 7 perak, 9 perunggu (26 total)

  10. Azerbaijan - 9 emas, 19 perak, 31 perunggu (59 total)

  11. Uni Emirat Arab - 6 emas, 7 perak, 14 perunggu (27 total)

  12. Aljazair - 5 emas, 8 perak, 21 perunggu (34 total)

  13. Indonesia - 4 emas, 12 perak, 9 perunggu (25 total)

Dengan hasil ini, Indonesia tetap menunjukkan daya saing di ajang multievent internasional, sekaligus mengumpulkan modal penting menuju kompetisi berikutnya.