Program Kemitraan Tebu SGC, Solusi Masa Depan Petani Lampung di Tengah Anjloknya Harga Singkong

Genvoice.id | 23 Oct 2025

JAKARTA, GENVOICE.ID - Krisis harga singkong yang melanda petani di Lampung mendorong lahirnya solusi inovatif dari sektor swasta. Sugar Group Companies (SGC) semakin gencar menyosialisasikan Program Kemitraan Tebu, menawarkan tebu sebagai tanaman masa depan yang menjanjikan bagi petani.

Kampung Gedungbandar Rahayu, Tulangbawang, menjadi titik ke-11 sosialisasi yang dihadiri oleh pejabat kecamatan dan kampung setempat, menunjukkan keseriusan program ini.

Petinggi SGC, Purwati Lee, atau yang akrab disapa Ibu Lee, menjelaskan bahwa program ini adalah upaya nyata untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Tulangbawang, Tulangbawang Barat, hingga Lampung Tengah, yang ekonominya terpuruk akibat anjloknya harga singkong.

"Dengan harga singkong yang terpuruk, kami membantu rakyat Lampung yang selama ini menanam singkong atau tanaman lainnya, mengganti dengan menanam tebu. Saya berharap tebu menjadi masa depan petani," ujar Ibu Lee.

Ibu Lee memberikan analogi yang unik untuk menanam tebu. Menurutnya, menanam tebu itu mudah, asalkan dirawat secara serius. Ia menganalogikannya seperti memelihara istri cantik yang memerlukan TLC (Tender Loving Care).

"Menanam tebu ibarat memelihara istri cantik, harus dirawat dan dijaga sepanjang hari, jangan ditinggal-tinggal. Kalau sering ditinggal bisa saja nanti diambil orang. Perlu lebih perhatian. Kalau singkong bisa ditanam lalu ditinggal, kalau tebu tidak bisa," jelasnya.

Perwakilan SGC, Sulis Prapto, menambahkan bahwa sosialisasi ini akan terus digalakkan, menargetkan minimal dua titik per minggu di berbagai kabupaten di Provinsi Lampung. Ini menunjukkan komitmen SGC untuk menjangkau lebih banyak petani yang membutuhkan alternatif penghidupan.

Antusiasme petani terlihat jelas saat acara di Balai Kampung Gedungbandar Rahayu. Salah satunya adalah Arifin Daud (65) dari Bratasena, yang langsung mendaftar untuk menggarap 6 hektare lahannya. Arifin tergiur dengan harga dan hasil yang ditawarkan program kemitraan tebu.

"Saya langsung daftar karena harga yang ditawarkan dalam kemitraan ini sangat menarik. Pasti hasilnya menyenangkan," kata Arifin.

Gen, program kemitraan tebu ini membuka peluang baru bagi petani untuk beralih dari komoditas yang harganya tidak stabil, menjadikan tebu bukan sekadar tanaman, tetapi harapan baru untuk perbaikan ekonomi petani Lampung.