Kemitraan RI-Afsel Bentuk Diversifikasi Pasar di Tengah Proteksi AS

Genvoice.id | 23 Oct 2025

JAKARTA - Peneliti Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Mercu Buana Yogyakarta, Awan Santosa mendukung rencana Prabowo yang akan memperluas kerja sama ke Afrika Selatan karena hal itu sekaligus merupakan bentuk diversifikasi pasar.

"Perjanjian perdagangan yang adil dan strategis dilakukan dengan Afrika Selatan sebagai negara yang punya sejarah panjang perjuangan melawan kolonialisme seperti Indonesia," kata Awan.

Apalagi, ekonomi Afsel sangat prospektif dan ekonominya unggul dibanding negara negara lainnya di Afrika.

Awan berpandangan, diversifikasi pasar harus dilakukan di tengah proteksi pasar yang dilakukan banyak negara seperti AS. Asalkan saja kerja sama dagang harus setara dan saling menguntungkan.

Nilai Perdagangan

Presiden RI Prabowo Subianto menyampaikan bahwa Indonesia mempertimbangkan Perjanjian Perdagangan Preferensial (Preferential Trade Agreement/PTA) maupun Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif (Comprehensive Economic Partnership Agreement/CEPA) dengan Afrika Selatan (Afsel).

"Kami mempertimbangkan langkah-langkah menuju pembentukan Perjanjian Perdagangan Preferensial atau Kemitraan Ekonomi Komprehensif," kata Prabowo dalam pernyataan bersama dengan Presiden Afrika Selatan Cyril Ramaphosa di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (22//10).

Prabowo mengatakan perdagangan antara kedua negara meningkat signifikan dalam lima tahun terakhir dan Indonesia ingin terus meningkatkan nilai perdagangan dalam situasi yang lebih seimbang.

Kepala Negara menyatakan di tengah ketidakpastian ekonomi global saat ini, penting bagi kedua negara untuk memperkuat dan mengembangkan hubungan baru yang lebih kokoh.

"Afrika Selatan merupakan pemimpin penting di kawasan Afrika dan akan menjadi mitra strategis bagi Indonesia pada tahun-tahun mendatang," kata Presiden.

Pada kesempatan itu, Prabowo juga menyatakan Afrika Selatan sebagai salah satu pemimpin penting di dunia.

Kedua negara, sebut Prabowo, memiliki banyak kesamaan sejarah panjang perjuangan melawan kolonialisme dan perjuangan untuk kebebasan.

"Kami mengagumi kekuatan, idealisme, dan keberanian rakyat Afrika Selatan dalam melawan ketidakadilan dan sistem apartheid," kata Kepala Negara.

Selain kerja sama perdagangan, kedua negara juga membahas hubungan di bidang pertahanan, pertanian, energi, serta hubungan antarwarga, terutama dalam bidang ilmu pengetahuan dan pendidikan.

 

Forum Bisnis

Sementara itu, Presiden Afrika Selatan Cyril Ramaphosa mengatakan kedua negara sepakat untuk meningkatkan volume perdagangan sebagai penggerak pertumbuhan ekonomi yang inklusif.

"Kami menekankan pentingnya membangun perekonomian yang lebih tangguh dan beragam untuk kepentingan rakyat di kedua negara, khususnya menghadapi tantangan geopolitik yang serupa," kata Ramaphosa.

Ramaphosa mengungkapkan dalam kunjungan kenegaraannya ini turut dilakukan forum bisnis yang mempertemukan pelaku usaha Afrika Selatan dan Indonesia.

"Forum tersebut menjadi wadah untuk menemukan cara-cara konkret dalam memperkuat kerja sama ekonomi melalui kemitraan antar dunia usaha," kata Ramaphosa.

Menanggapi kerja sama itu, Peneliti Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Mercu Buana Yogyakarta, Awan Santosa mendukung rencana Prabowo yang akan memperluas kerja sama ke Afrika Selatan.

"Perjanjian perdagangan yang adil dan sstrategis dilakukan dengan Afrika Selatan sebagai negara yang punya sejarah panjang perjuangan melawan kolonialisme seperti Indonesia," kata Awan.

Apalagi, ekonomi Afsel sangat prospektif dan ekonominya unggul dibanding negara negara lainnya di Afrika.

Awan berpandangan, diversifikasi pasar harus dilakukan di tengah proteksi pasar yang dilakukan banyak negara seperti AS. Asalkan saja kerja sama dagang harus setara dan saling menguntungkan.