Viral Video Pilot AS Menolak Terbangkan Pesawat Berisi Senjata ke Israel, 'Senjata ini untuk Genosida!'

Genvoice.id | 23 Sep 2025

JAKARTA, GENVOICE.ID - Sebuah video yang memperlihatkan dua pilot Amerika Serikat menolak tugas menerbangkan pesawat yang diduga membawa senjata ke Israel viral di media sosial. Aksi berani ini langsung memicu perdebatan global.

Salah satu pilot perempuan dalam video tersebut secara lantang menolak tugasnya karena merasa senjata itu akan digunakan untuk "genosida terhadap warga Palestina." Video yang penuh ketegangan ini pun membuka kembali diskusi tentang peran AS dalam konflik yang sedang berlangsung.

Di sampingnya, seorang pilot lain juga menyuarakan kemarahannya. Ia merasa malu pada pemerintahannya karena dianggap membantu pembantaian terhadap anak-anak di Palestina.

"Stop the boom," kata mereka berulang-ulang, seolah-olah menjadi semacam seruan penolakan. Video ini langsung memicu perdebatan global dan membanjiri kolom komentar dengan tuduhan keterlibatan AS dalam genosida di Gaza.

Video Viral, Kebenaran Masih Tanda Tanya

Saksi di lokasi juga merekam pernyataan yang menyebutkan bahwa Kongres dan Senat AS turut mendanai "bom" tersebut. Klaim ini dengan cepat menyulut perdebatan politik, terutama soal peran Amerika Serikat dalam mendukung operasi militer Zionis.

Namun, hingga kini, belum ada bukti pasti yang memverifikasi kebenaran klaim tersebut. Tidak ada konfirmasi independen bahwa pesawat itu memang membawa senjata, atau bahwa kedua pilot itu benar-benar ditugaskan untuk misi ke Israel.

Pihak militer AS juga belum memberikan pernyataan resmi, baik membenarkan maupun membantah tuduhan ini. Bagi sebagian orang, video ini adalah bukti keberanian moral, sementara yang pro-AS menganggapnya sebagai propaganda.

Seberapa Besar Bantuan Militer AS untuk Israel?

Terlepas dari kebenaran video tersebut, data menunjukkan bahwa bantuan militer Amerika Serikat kepada Israel memang sangat besar. Mengutip data dari Stockholm International Peace Research Institute, AS menghabiskan lebih dari USD22 miliar (sekitar Rp356,8 triliun) untuk mendukung operasi militer Israel di Gaza, Lebanon, dan Suriah sejak 7 Oktober 2023.

AS adalah pemasok senjata terbesar bagi Israel, menyuplai 69% kebutuhan senjata mereka periode 2019-2023, dan angka ini meningkat menjadi 78% pada akhir 2023. Hingga Agustus 2024, AS telah mengirimkan lebih dari 50 ribu ton senjata, termasuk rudal canggih untuk sistem pertahanan Iron Dome, bom presisi, helikopter, dan amunisi penghancur bunker.

Menurut Dewan Hubungan Luar Negeri, Washington telah memberikan lebih dari USD310 miliar (sekitar Rp5 kuadriliun) bantuan militer dan ekonomi kepada Israel sejak 1946.

Selain itu, AS juga menggunakan hak vetonya di Dewan Keamanan PBB sebanyak 49 kali untuk melindungi Israel. Fakta-fakta ini menunjukkan bahwa AS adalah sekutu terbesar Israel dan memiliki peran yang signifikan dalam konflik di Timur Tengah.