Setelah Gemilang di Baku, Mengapa GP Singapura Jadi Kunci Harapan Gelar Verstappen
JAKARTA, GENVOICE.ID - Max Verstappen kembali jadi sorotan setelah menjuarai dua balapan terakhir di Monza dan Baku. Kemenangan beruntun itu membuat selisihnya dengan pemimpin klasemen sementara, Oscar Piastri, kini tinggal 69 poin. Dengan tujuh seri tersisa, peluang juara dunia kelima untuk Verstappen kembali terbuka-meski sang pembalap masih merendah.
Red Bull Bangkit
Setelah musim sempat lesu, Red Bull menemukan kembali kecepatannya berkat pembaruan lantai mobil dan pemahaman lebih dalam soal set-up. Dua kemenangan beruntun membuktikan bahwa kebangkitan tim Austria ini bukan sekadar keberuntungan. Helmut Marko bahkan menyebut hasil di Baku sebagai konfirmasi bahwa Monza bukan "anomali."
"Mobil kami punya jendela performa lebih luas, pendekatan kami juga berubah," kata Marko. "Itu terbukti berhasil."
Verstappen Masih Waspada
Meski performanya kembali menanjak, Verstappen menolak larut dalam euforia. Kepada Sky Sports F1, ia menegaskan bahwa peluang juara dunia masih berat.
"Segalanya harus berjalan sempurna dari sisi saya, dan butuh sedikit keberuntungan dari mereka," ucapnya.
Sang juara bertahan menilai GP Singapura akan jadi ujian sesungguhnya. Dari 67 kemenangan yang diraihnya di F1, tak satu pun diraih di Marina Bay. Faktor lintasan sempit, cuaca panas, dan kebutuhan downforce tinggi selalu menyulitkan Red Bull.
Singapura Jadi Penentu
Singapura memang punya sejarah kurang bersahabat dengan Verstappen. Tahun lalu, balapan di sana menjadi satu-satunya seri 2023 yang tidak ia selesaikan di podium. Marko menyebut GP Singapura sebagai "tolok ukur nyata" apakah Red Bull benar-benar mampu meluncurkan perlawanan di sisa musim.
"Kalau kami kompetitif di Singapura, barulah kami bisa mulai bermimpi," kata Marko.
Dukungan dari Tsunoda
Rekan setim Verstappen, Yuki Tsunoda, yang baru menggantikan Liam Lawson awal musim ini, mulai menunjukkan peningkatan. Ia finis keenam di Baku, membuktikan RB21 semakin mudah dikendalikan. Tsunoda pun siap mendukung Verstappen dalam perebutan gelar.
"Saya akan berusaha mengekstrak performa maksimal dari mobil, sekaligus mendukung Max sebisa mungkin," ujarnya.
Dengan McLaren masih memimpin lewat Piastri dan Norris, serta Ferrari dan Mercedes yang tetap kompetitif, balapan di Singapura akan jadi babak krusial. Apakah Verstappen bisa menghapus kutukan Marina Bay dan menghidupkan harapan gelar kelima? Semua mata kini tertuju pada dua pekan mendatang.