Christian Horner Resmi Tinggalkan Red Bull, Akhiri Era 20 Tahun Bersama Tim F1

Genvoice.id | 23 Sep 2025

JAKARTA, GENVOICE.ID - Christian Horner akhirnya resmi berpisah dengan Red Bull Racing setelah hampir dua dekade memimpin tim yang ia bawa menjadi salah satu kekuatan terbesar di Formula 1. Keputusan ini diumumkan setelah tercapai kesepakatan antara Horner dan manajemen Red Bull, dengan nilai kompensasi yang dikabarkan mencapai antara 70 hingga 100 juta dolar AS.

Akhir Perjalanan Panjang

Horner pertama kali bergabung pada 2005, saat Red Bull baru saja membeli tim Jaguar. Di bawah kepemimpinannya, Red Bull menjelma menjadi raksasa F1 dengan delapan gelar juara dunia pembalap dan enam gelar konstruktor. Ia juga terlibat langsung dalam pengembangan Red Bull Powertrains yang tengah mempersiapkan mesin in-house pertama tim untuk era 2026.

Namun, sejak pertengahan 2025, posisinya mulai goyah. Usai Grand Prix Inggris, Horner dicopot dari sejumlah jabatan strategis di berbagai entitas Red Bull di Inggris. Persaingan internal dan dinamika kepemilikan di balik layar disebut sebagai pemicu pergeseran kekuasaan yang akhirnya berujung pada keluarnya Horner dari tim.

Pesan Perpisahan

Dalam pernyataan resmi, Horner menyebut kepemimpinannya di Red Bull sebagai "kehormatan dan privilese."
"Ketika kami memulai pada 2005, tidak ada yang membayangkan perjalanan ini - kejuaraan, kemenangan, rekor, dan kenangan. Saya bangga bisa membentuk tim yang luar biasa dan melihat mereka mampu menantang serta mengalahkan merek otomotif terbesar di dunia," ujarnya.

Ia juga memberikan dukungan kepada penerusnya: "Saya berharap yang terbaik untuk Laurent, Max, Yuki, dan seluruh Red Bull Technology Group. Saya menantikan untuk melihat mesin Red Bull/Ford pertama di RB22 tahun depan serta proyek RB17."

Ucapan Terima Kasih dari Manajemen

Oliver Mintzlaff, CEO Corporate Projects and Investments Red Bull, menyampaikan apresiasi mendalam untuk Horner. "Dengan dedikasi, pengalaman, dan pemikiran inovatifnya, Christian berperan penting membangun Red Bull Racing sebagai salah satu tim tersukses dan paling menarik di F1," katanya.

Masa Depan Horner

Kepergian ini membuka peluang baru bagi Horner di F1. Beberapa rumor sempat mengaitkannya dengan Alpine, Ferrari, hingga tim baru Cadillac F1. Namun hingga kini belum ada kejelasan mengenai langkah selanjutnya. Yang pasti, dunia F1 akan terus menyoroti ke mana arah Horner setelah menutup bab besar bersama Red Bull.