Chris Martin Santai Jika Musik Coldplay Suatu Hari Berakhir di ‘Bargain Bin’
JAKARTA, GENVOICE.ID - Chris Martin kembali menunjukkan sikap rendah hati yang sudah jadi ciri khasnya. Meski Coldplay dikenal sebagai salah satu band paling sukses di dunia dengan jutaan penjualan album dan tur stadion berskala global, sang vokalis mengaku tak akan mempermasalahkan jika suatu hari musik mereka hanya berakhir di "bargain bin" alias rak diskon toko musik.
Pernyataan ini ia sampaikan dalam acara Off the Record: Coldplay Special bersama Will Best di Hits Radio. Chris menjelaskan bahwa meski musik Coldplay kerap menuai pujian, bandnya juga sering jadi bahan kritik-bahkan cibiran. "Hampir setiap kali saya bicara tentang hal-hal yang kami yakini, seperti kesetaraan dan empati, selalu ada saja orang yang marah. Pesan sederhana tentang mencintai semua orang bisa berubah jadi viral, tapi dalam konteks negatif," katanya.
Alih-alih membalas dengan emosi, Chris memilih menghadapinya dengan cinta. "Saya tidak marah kepada mereka yang marah pada saya. Kalau itu membuat mereka kesal, ya saya tetap mencintai mereka juga. Itu bukan basa-basi, tapi posisi yang kami ambil setelah bertemu banyak manusia di berbagai belahan dunia," lanjutnya.
Coldplay memang dikenal sebagai band yang penuh dengan lirik sederhana dan anthemic-dengan hits seperti "Fix You" hingga "Viva La Vida" yang mengisi stadion di seluruh dunia. Namun, justru kesederhanaan itulah yang kerap memicu perdebatan. Sebagian orang menganggap musik mereka menyentuh dan penuh harapan, sementara yang lain mengejeknya sebagai "terlalu hambar" atau "tidak keren."
Drummer Will Champion bahkan menyinggung hal ini dengan nada bercanda. "Mungkin tidak ada band lain yang berani jadi sesederhana ini, bahkan terkesan bodoh," ujarnya. Chris pun menimpali dengan kalimat santai, "Saya tidak masalah kalau nanti kami cuma ada di bargain bin di rest area dalam sepuluh tahun."
Sikap down-to-earth Chris seakan jadi penyeimbang dari status Coldplay sebagai salah satu band terbesar di dunia. Meski mendapat penghargaan, tur habis terjual, dan jutaan pendengar setia, ia tetap menekankan bahwa yang terpenting adalah menyampaikan pesan positif, bukan sekadar mempertahankan status legendaris.
Pernyataan ini menunjukkan bahwa bagi Chris Martin, nilai sejati musik tidak ditentukan oleh label "ikonik" atau "trendi", melainkan oleh kemampuan lagu-lagu mereka untuk menyentuh hati pendengarnya-entah itu di stadion megah, playlist pribadi, atau bahkan di rak diskon suatu hari nanti.