Bukan Jorok, Asal-usul Nama Kue Kontol Kejepit si Kue Langka Khas Bantul, Ada Kisah di Balik Zaman Belanda

Genvoice.id | 23 Sep 2025

JAKARTA, GENVOICE.ID - Ada banyak kuliner khas Nusantara yang namanya bikin penasaran, salah satunya Kue Kontol Kejepit dari Bantul, Jogja. Kue legendaris yang juga dikenal sebagai Tolpit atau Adrem ini punya bentuk dan cerita unik di balik namanya.

Meskipun sudah mulai langka, Kue Kontol Kejepit ini tetap menyimpan sejarah menarik, mulai dari zaman kolonial Belanda hingga menjadi simbol kesuburan di masa lampau.

Kue Kontol Kejepit sebenarnya punya nama lain, yaitu Tolpit atau Kue Adrem. Makanan khas Bantul, Jogja, ini sekarang sudah langka banget, lho. Buat yang mau coba, kalian bisa cari di pasar tradisional atau penjual jajanan jadul di daerah Bantul. Sebelum kalian cobain, yuk kita bahas dulu asal-usul nama dan kisahnya!

Apa Itu Kue Kontol Kejepit (Tolpit)?

Kue ini adalah salah satu jajanan legendaris dari Bantul yang sekarang jarang ditemui. Kue ini pernah dijual di Pasar Kangen 2025 di Taman Budaya Yogyakarta dan langsung jadi incaran. Menurut penjualnya, kue ini punya rasa manis yang khas dengan sedikit rasa pahit di bagian luar karena cara mengolahnya yang mendekati gosong.

Bahan utamanya sederhana, yaitu tepung beras, gula jawa, dan kelapa. Sekilas, kue ini mirip banget sama kue cucur, tapi ada yang bikin dia beda dan unik.

Dikutip dari buku panduan guru Kemendikbud, kue ini adalah makanan tradisional Bantul yang digoreng dan kemudian dijepit sampai membentuk tiga tangkai. Nah, proses "dijepit" inilah yang jadi salah satu alasan di balik namanya yang unik.

Kue ini dulunya sangat populer di kalangan masyarakat setempat, terutama di era 1980-an sampai 1990-an. Biasanya, kue ini disantap bareng teh hangat atau kopi pahit.

Sejarah dan Filosofi di Balik Nama Unik

Ternyata, nama "Kontol Kejepit" atau "Tolpit" itu muncul setelah nama aslinya, Kue Adrem, lebih dulu terkenal. Konon, Kue Adrem sudah ada sejak zaman penjajahan Belanda.

Saking legitnya, orang Belanda sampai menyebutnya "dream" yang berarti mimpi. Tapi, karena logat orang lokal, kata "dream" ini berubah jadi "Adrem" dan tetap dipakai sampai sekarang.

Ada juga cerita menarik lain. Dulu, masyarakat sering menukar hasil panen, seperti gabah, dengan kue ini saat ada penjual yang keliling dari sawah ke sawah. Kue Adrem juga punya filosofi mendalam.

Kue yang terbuat dari bahan-bahan hasil alam ini jadi simbol rasa syukur kepada Dewi Sri, dewi kesuburan. Selain itu, kue ini juga melambangkan "pengampunan" dan "pengayoman" agar hidup jadi lebih "adem" atau tenang.

Keunikan Kue Tolpit yang Bikin Nagih

Selain namanya yang nyeleneh, kue ini punya keunikan lain. Walaupun mirip kue cucur, Kue Tolpit masih mempertahankan penggunaan gula jawa, yang bikin rasanya autentik dan khas.

Proses pembuatannya juga unik. Adonan yang sudah jadi digoreng, dan saat adonan mulai matang dan mengapung, adonan itu akan ditekan dan dijepit pakai sumpit sampai membentuk tiga tangkai. Nah, inilah yang jadi wujud final dari Kue Kontol Kejepit atau Tolpit. Jadi, sekarang sudah terjawab ya Gen, kenapa nama kue ini begitu unik!