Bahaya Matcha! Wanita 28 Tahun Kena Anemia Gara-Gara Minuman Favoritnya!

Genvoice.id | 23 Sep 2025

JAKARTA, GENVOICE.ID - Gen, kamu pasti sering dengar kalau matcha itu minuman sehat. Teh hijau bubuk asal Jepang ini digadang-gadang kaya antioksidan, baik buat jantung, dan kafeinnya pun lebih rendah dari kopi. Makanya banyak orang yang menjadikannya bagian dari gaya hidup sehat. Tapi siapa sangka, minuman yang keliatannya aman malah bikin seorang wanita muda dilarikan ke rumah sakit karena anemia.

Kisah ini dialami oleh Lynn Shazeen, perempuan berusia 28 tahun asal Maryland, Amerika Serikat. Awalnya, dia jatuh cinta sama matcha setelah pertama kali mencoba matcha latte pada Mei 2025. Sejak itu, minuman hijau ini jadi rutinitasnya. Dalam seminggu, Lynn bisa minum sampai dua gelas matcha latte. Sekilas nggak terdengar berlebihan, kan?

Masalahnya baru muncul di bulan Juli. Tubuh Lynn mulai ngasih tanda-tanda aneh-dia gampang lelah, kulitnya gatal, dan sering kedinginan tanpa alasan jelas. Kondisi ini bikin dia akhirnya memutuskan untuk pergi ke dokter. "Begitu gejala-gejala tersebut semakin parah, saya langsung memeriksakan diri," ujar Lynn, dikutip dari Newsweek.

Hasil pemeriksaan bikin kaget. Kadar zat besi Lynn ternyata sangat rendah, dan itu memperparah anemia yang memang pernah ia derita sebelumnya. Buat kamu yang belum tahu, anemia itu kondisi ketika tubuh kekurangan sel darah merah, sehingga oksigen nggak bisa diedarkan dengan baik. Gejalanya bisa macam-macam, mulai dari gampang capek, pusing, nyeri dada, sampai jantung berdebar.

Lalu apa hubungannya matcha dengan anemia? Menurut dr. Parth Bhavsar, matcha mengandung polifenol, yaitu antioksidan yang justru bisa mengganggu penyerapan zat besi di usus, terutama kalau diminum saat atau setelah makan. "Matcha merupakan teh hijau bubuk yang mengandung polifenol, yang pada dasarnya mengikat zat besi di usus dan menghambat penyerapannya," jelas Bhavsar.

Itu sebabnya, Bhavsar menyarankan matcha sebaiknya dikonsumsi di sela waktu makan, bukan berdekatan dengan jam makan utama. Selain itu, penting juga untuk menyeimbangkannya dengan makanan kaya zat besi dan vitamin C supaya penyerapan nutrisi tetap optimal. Ia juga mengingatkan, "Kalau kamu punya riwayat anemia, jangan anggap enteng. Matcha mungkin sehat, tapi tetap harus ada batasnya."

Kasus Lynn ini jadi pengingat buat kita semua, Gen. Sesuatu yang terlihat menyehatkan belum tentu aman kalau dikonsumsi sembarangan. Jadi, kalau kamu termasuk penggemar matcha, jangan asal minum tanpa memikirkan dampaknya buat tubuh.