Leandro Paredes Dihukum 10 Laga usai Kericuhan Final Piala Dunia 2026

Genvoice.id | 23 Aug 2026

JAKARTA, GENVOICE.ID - FIFA menjatuhkan sanksi berat kepada sejumlah pemain dan ofisial Argentina yang terlibat dalam kericuhan setelah kekalahan 0-1 dari Spanyol pada final Piala Dunia 2026. Gelandang Leandro Paredes menjadi pemain yang menerima hukuman terberat dengan larangan tampil dalam 10 pertandingan internasional.

Selain Paredes, FIFA juga menjatuhkan hukuman kepada Nahuel Molina berupa skorsing tujuh pertandingan. Keduanya turut dikenai denda sebesar 90 ribu dolar AS atau sekitar Rp1,6 miliar.

Sanksi tersebut diberikan setelah sejumlah pemain dan staf Argentina terlibat dalam bentrokan dengan pemain Spanyol seusai pertandingan final di New York New Jersey Stadium.

Paredes menjadi salah satu pemain yang dianggap paling berperan dalam insiden tersebut. Ia terlihat mencekik Eric Garcia dan menjatuhkan Gavi ke lapangan sebelum tampak melakukan tindakan yang mengenai wajah pemain Spanyol tersebut.

Gavi sendiri mendapatkan hukuman larangan bermain satu pertandingan serta denda 30 ribu dolar AS atau sekitar Rp540 juta atas keterlibatannya dalam kericuhan. Thiago Almada juga menerima sanksi serupa.

Sementara itu, Roberto Ayala yang merupakan bagian dari staf kepelatihan Argentina dijatuhi larangan bertanding selama tiga laga. Ia juga harus membayar denda 30 ribu dolar AS setelah dinilai memukul wajah pemain Spanyol, Dani Olmo.

Argentina Juga Dijatuhi Sanksi

Bukan hanya individu yang mendapatkan hukuman. Asosiasi Sepak Bola Argentina (AFA) juga didenda 321 ribu dolar AS atau sekitar Rp5,8 miliar atas sejumlah pelanggaran terhadap kode disiplin FIFA.

Pelanggaran tersebut mencakup penggunaan pertandingan untuk demonstrasi yang bersifat non-olahraga, perilaku buruk tim, serta nyanyian dan gestur diskriminatif yang dilakukan suporter Argentina.

FIFA juga memerintahkan agar 100 ribu dolar AS dari denda tersebut dialokasikan untuk program pemberantasan diskriminasi. Sebanyak 100 ribu dolar AS lainnya ditangguhkan dengan masa percobaan.

Argentina juga diwajibkan menggelar dua pertandingan kandang berikutnya dengan kapasitas penonton maksimal 50 persen. Namun, salah satu pertandingan dari hukuman tersebut ditangguhkan.

Sanksi FIFA terhadap AFA juga berkaitan dengan insiden setelah Argentina mengalahkan Inggris 2-1 di semifinal. Sejumlah pemain Argentina mengangkat spanduk bertuliskan klaim kedaulatan Argentina atas Kepulauan Falkland, wilayah seberang laut Inggris yang oleh Argentina disebut sebagai Las Malvinas.

AFA Siapkan Banding

Hukuman yang dijatuhkan FIFA tersebut hanya berlaku untuk pertandingan internasional. Dengan demikian, larangan bermain yang diterima Paredes dan Molina tidak berlaku untuk kompetisi klub mereka.

AFA menyatakan akan mengajukan banding terhadap seluruh sanksi yang diberikan FIFA. Jika upaya tersebut tidak berhasil, federasi Argentina berencana membawa perkara tersebut ke Pengadilan Arbitrase Olahraga atau Court of Arbitration for Sport (CAS).

Keputusan tersebut menjadi pukulan bagi Argentina setelah perjalanan mereka di Piala Dunia 2026 berakhir dengan kekalahan dari Spanyol. Selain gagal mempertahankan gelar, sejumlah pemain dan staf kini harus menghadapi konsekuensi disipliner akibat kericuhan yang terjadi setelah pertandingan.