Kenapa Air Mendidih Lebih Cepat di Pegunungan?
JAKARTA, GENVOICE.ID - Mungkin terdengar aneh, tetapi air di daerah pegunungan bisa mendidih pada suhu yang lebih rendah dibandingkan air di dekat permukaan laut.
Ini bukan berarti airnya lebih panas. Justru sebaliknya, air dapat mencapai titik didih lebih cepat karena tekanan udara di tempat yang lebih tinggi lebih rendah.
Air Tidak Selalu Mendidih pada 100 Derajat
Kita sering belajar bahwa air mendidih pada suhu 100°C.
Namun, angka tersebut berlaku pada kondisi tekanan atmosfer tertentu, yaitu kurang lebih pada tekanan udara di permukaan laut.
Ketika tekanan udara berubah, titik didih air juga dapat berubah.
Semakin Tinggi, Tekanan Udara Semakin Rendah
Semakin tinggi posisi suatu tempat dari permukaan laut, semakin rendah tekanan atmosfernya.
Di pegunungan, udara di atas permukaan bumi lebih sedikit dibandingkan di daerah yang lebih rendah.
Akibatnya, tekanan yang diberikan atmosfer pada permukaan air menjadi lebih kecil.
Air Lebih Mudah Berubah Menjadi Uap
Ketika air dipanaskan, molekul-molekulnya bergerak semakin cepat.
Air mulai mendidih ketika tekanan uap dari air mampu mengimbangi tekanan di sekitarnya.
Jika tekanan udara luar lebih rendah, kondisi tersebut dapat tercapai pada suhu yang lebih rendah.
Itulah sebabnya air di dataran tinggi dapat mendidih sebelum mencapai 100°C.
Tapi Apakah Memasak Jadi Lebih Cepat?
Justru tidak selalu.
Ini bagian yang cukup mengejutkan.
Meskipun air lebih cepat mencapai titik didih, suhu air saat mendidih juga lebih rendah.
Akibatnya, makanan yang dimasak menggunakan air mendidih dapat membutuhkan waktu lebih lama untuk matang.
Misalnya, memasak makanan yang membutuhkan suhu tinggi bisa menjadi lebih lambat di daerah pegunungan.
Pengaruhnya pada Memasak
Perbedaan ini menjadi salah satu alasan mengapa resep tertentu membutuhkan penyesuaian ketika digunakan di dataran tinggi.
Waktu memasak dapat diperpanjang, dan pada beberapa kondisi metode memasak perlu disesuaikan.
Karena air mendidih pada suhu yang lebih rendah, makanan tidak menerima panas setinggi yang biasa didapatkan di permukaan laut.
Mengapa Panci Tekanan Bisa Membantu?
Panci bertekanan bekerja dengan prinsip yang berlawanan.
Tekanan di dalam panci dibuat lebih tinggi.
Ketika tekanan meningkat, titik didih air juga meningkat.
Air dapat mencapai suhu lebih tinggi sebelum mendidih, sehingga makanan dapat dimasak pada suhu yang lebih tinggi.
Itulah salah satu alasan makanan bisa matang lebih cepat menggunakan pressure cooker.
Jadi, Air di Gunung Bukan "Lebih Cepat Panas"
Yang sebenarnya berubah adalah titik didihnya.
Di tempat dengan tekanan udara lebih rendah, air dapat mendidih pada suhu yang lebih rendah.
Jadi, meskipun kamu melihat air lebih cepat mengeluarkan gelembung, bukan berarti air tersebut lebih panas.
Justru karena suhu didihnya lebih rendah, proses memasak tertentu bisa membutuhkan waktu lebih lama.
Ketinggian suatu tempat ternyata bisa memengaruhi cara kita memasak hanya karena perubahan tekanan udara.