Gaji dan Tunjangan DPR Capai Rp100 Juta, Jomplang dengan Gaji Guru Honorer Rp540 Ribu

Genvoice.id | 23 Aug 2025

JAKARTA, GENVOICE.ID - Gen, lagi ramai sorotan soal kenaikan tunjangan gaji DPR. Di tengah banyaknya isu PHK dan guru honorer yang gajinya pas-pasan, kok para wakil rakyat justru dapat tunjangan makan, BBM, sampai rumah yang totalnya bisa sampai Rp60 jutaan?

Yuk, kita bedah perbandingannya biar lebih jelas!

Beberapa waktu lalu, di rapat Komisi X DPR, ada guru honorer yang cerita kalau gajinya hanya Rp540 ribu per bulan. Sementara itu, gaji pokok DPR sekitar Rp4,2 juta sampai Rp5 juta per bulan.

Tapi, itu cuma gaji pokoknya aja, lho! Yang bikin mata melotot adalah tunjangan-tunjangan lain yang nominalnya jauh lebih besar.

Tunjangan anggota DPR itu ada banyak sekali, mulai dari tunjangan istri/suami, anak, uang sidang, sampai tunjangan jabatan. Jika ditotal, gaji dan tunjangan seorang anggota DPR bisa mencapai Rp50 jutaan per bulan.

Itu belum termasuk tunjangan rumah Rp50 juta per bulan yang sekarang sedang jadi perbincangan. Gila kan? Kalau ditambah tunjangan rumah, pendapatan mereka bisa tembus Rp100 juta per bulan!

Bandingkan dengan gaji guru. Gaji guru honorer di beberapa provinsi masih ada yang di bawah Rp500 ribu. Sementara itu, guru PPPK (Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja) gajinya mulai dari Rp1,9 jutaan. Tunjangan guru ASN hanya dapat satu kali gaji pokok, sedangkan guru honorer dapat peningkatan jadi Rp2 juta per bulan. Jomplang banget, kan?

Respons Ketua DPR Puan Maharani

Kenaikan tunjangan ini, terutama untuk perumahan yang senilai Rp50 juta per bulan, langsung dapat sorotan tajam dari masyarakat. Ketua DPR RI, Puan Maharani, akhirnya angkat bicara.

Ia meminta masyarakat untuk terus mengawasi kinerja DPR. Puan juga mengatakan kalau ada yang dirasa berlebihan, mereka siap mengevaluasi.

"Tolong selalu awasi kinerja dari kami di DPR. Kalau kemudian ada hal-hal yang memang dianggap masih belum sempurna, masih terlalu berlebihan, tentu saja kami akan mengevaluasi hal tersebut," kata Puan.

Puan juga menjelaskan kalau tunjangan itu sudah dikaji sesuai dengan harga di Jakarta, dan tidak ada kenaikan gaji pokok. Ia mengungkapkan, perubahan ini hanya soal tunjangan rumah karena semua anggota DPR tidak lagi mendapat rumah jabatan di Kalibata.

Gimana nih menurut kamu, wajar nggak sih gaji dan tunjangan DPR segitu banyaknya di tengah kondisi ekonomi sekarang? Tulis di kolom komentar, ya Gen!