Fitur AI Google di Pixel 10: Dari Karaoke Otomatis hingga Suara Jadi Bahasa Asing
JAKARTA, GENVOICE.ID - Peluncuran Pixel 10 di ajang Made by Google bukan hanya soal perangkat keras baru, tapi juga parade fitur kecerdasan buatan yang segar. Meski awalnya banyak yang skeptis, beberapa inovasi Google kali ini justru terlihat benar-benar berguna - bahkan menyenangkan. Dua fitur yang paling menarik perhatian adalah pembaruan aplikasi Recorder dan kemampuan Voice Translate di panggilan telepon.
Recorder Kini Bisa Jadi Mesin Karaoke
Selama ini aplikasi Recorder dikenal sebagai alat transkripsi favorit, tapi Pixel 10 membawanya ke level baru. Google menambahkan opsi untuk membuat musik pengiring otomatis bagi rekaman suara, termasuk ketika pengguna bernyanyi.
Fitur ini memungkinkan pengguna memilih "vibe" seperti Dance Party, Chill Beats, hingga Romantic. Sistem lalu menganalisis rekaman, mengenali irama, menyesuaikan ketukan, dan menghadirkan musik pengiring sesuai pilihan. Walau hasilnya tidak persis menyerupai lagu asli - misalnya saat diuji dengan soundtrack "Golden" dari film animasi Kpop Demon Hunters - kualitasnya tetap cukup membuat rekaman terasa hidup.
Google menekankan bahwa musik yang dihasilkan bebas dari masalah hak cipta karena tidak meniru versi asli. Hasilnya memang masih sederhana, terutama jika digunakan untuk lagu anak-anak seperti "Mary Had a Little Lamb", tapi jelas membuka peluang kreatif baru bagi mereka yang suka bereksperimen dengan suara.
Voice Translate: Telepon Lintas Bahasa Jadi Lebih Personal
Fitur lain yang mencuri perhatian adalah Voice Translate. Berbeda dari terjemahan suara biasanya, Google AI membuat terjemahan tetap terdengar seperti suara asli penelepon, lengkap dengan intonasi dan ekspresinya.
Misalnya, jika seseorang berbahasa Jerman, penerima panggilan bisa mendengar terjemahan bahasa Inggris yang tetap terdengar seperti suara orang tersebut. Google menyebut pendekatan ini bertujuan menjaga personal connection, terutama dalam komunikasi keluarga lintas bahasa.
Meski masih terbatas pada panggilan yang dilakukan lewat perangkat Pixel, demo fitur ini berhasil menunjukkan potensi besar. Bayangkan berbicara dengan kerabat di luar negeri tanpa perlu repot menerjemahkan manual, dan tetap merasa seolah mendengar suara mereka yang asli.
Pixel 10 Jadi Perangkat AI Sejati?
Dengan pembaruan ini, Google tampaknya ingin menegaskan bahwa AI bukan hanya soal produktivitas, tapi juga pengalaman personal yang lebih dekat dengan kehidupan sehari-hari. Dari membuat karaoke dadakan hingga menyambungkan keluarga lintas bahasa, Pixel 10 menunjukkan arah baru bagaimana AI bisa lebih manusiawi.