Miris! 90 Persen Gaza Jadi Zona Pengungsian, Jutaan Warga Terjebak Tanpa Fasilitas
JAKARTA, GENVOICE.ID - Kondisi Gaza makin bikin miris setelah Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) merilis data terbaru soal situasi di lapangan.
Juru bicara PBB, Stéphane Dujarric, bilang kalau hampir 90% wilayah Gaza sekarang masuk perintah evakuasi atau jadi zona pengungsian. Artinya, sebagian besar penduduk Gaza yaitu sekitar 2,1 juta orang, terpaksa bertahan di area sempit yang hampir nggak punya fasilitas hidup layak.
Dujarric juga mengungkap lebih dari 1,3 juta orang butuh tempat tinggal layak dan perlengkapan rumah tangga, mulai dari tenda sampai alas tidur.
Parahnya, cuaca panas, kelembapan tinggi, serta bongkar-pasang tenda terus-menerus bikin tempat perlindungan cepat rusak. Lebih miris lagi, selama lebih dari 4 bulan terakhir, nggak ada kiriman perlengkapan shelter baru yang masuk.
Masalah bahan bakar juga jadi perhatian besar. PBB bilang, krisis bahan bakar belum selesai, dan stok yang ada sangat minim. Jumlah terbatas bahan bakar yang diizinkan masuk cuma dipakai buat operasi penting kayak rumah sakit dan distribusi air.
Nggak cuma soal tempat tinggal dan energi, laporan malnutrisi parah juga bikin hati ngilu. Menurut PBB, banyak warga, termasuk anak-anak, datang ke pos medis dalam kondisi sangat buruk.
Bahkan, Kementerian Kesehatan Gaza bilang lebih dari 12 orang meninggal karena kelaparan hanya dalam 24 jam terakhir. Totalnya, sejak Oktober 2023, sekitar 86 orang, termasuk 76 anak-anak, meninggal akibat kelaparan dan dehidrasi.
Sementara itu, serangan Israel ke Gaza masih terus berlanjut. Serangan terbaru di Deir el-Balah menewaskan sedikitnya 15 orang, sedangkan di kamp pengungsian Al-Shati, 13 orang meninggal dan 50 orang luka-luka akibat serangan udara.
Kondisi ini bikin sebagian besar warga Gaza terpaksa mengungsi lebih dari sekali selama perang 21 bulan terakhir. Kamp pengungsian yang ada sekarang penuh sesak, dengan ribuan orang bertahan hidup di tenda seadanya.
Situasi di Gaza kini udah di ambang bencana kemanusiaan. Tanpa pasokan bahan bakar, makanan, dan perlengkapan, risiko kelaparan massal bisa makin besar.
Gaza semakin kritis, Gen, dengan 90 persen wilayah masuk zona pengungsian dan jutaan warga hidup tanpa fasilitas, PBB mendesak dunia internasional segera turun tangan untuk mencegah bencana kemanusiaan yang lebih besar.