Kondisi Bruce Willis Memburuk: Demensia FTD Bikin Bintang Die Hard Kehilangan Kemampuan Bicara dan Baca

Genvoice.id | 23 Jul 2025

JAKARTA, GENVOICE.ID - Berita tentang kondisi kesehatan Bruce Willis kembali bikin haru para penggemarnya di seluruh dunia.

Aktor legendaris berusia 70 tahun ini, yang dikenal lewat perannya di film laga ikonik Die Hard, kini tengah berjuang melawan demensia frontotemporal (FTD), penyakit otak degeneratif yang mengganggu kemampuan komunikasi, perilaku, dan fungsi otak lainnya.

Sejak pensiun dari dunia akting pada Maret 2022 karena afasia, kondisi Bruce terus memburuk. Kabarnya, ia kini sudah kehilangan kemampuan untuk berbicara dan membaca.

Awalnya, keluarga Willis hanya mengumumkan bahwa sang aktor menderita afasia, namun pada Februari 2023 mereka mengungkapkan bahwa penyakit tersebut berkembang menjadi FTD.

"Sejak kami mengumumkan diagnosis afasia Bruce pada musim semi 2022, kondisi Bruce telah berkembang dan kami sekarang memiliki diagnosis yang lebih spesifik: demensia frontotemporal (FTD)," tulis keluarga Willis.

Penyakit ini, yang sering menyerang di usia lebih muda dibanding demensia Alzheimer, belum ada obatnya hingga saat ini. Glenn Gordon Caron, teman lama sekaligus kreator serial Moonlighting, mengatakan bahwa penyakit ini perlahan merenggut kehidupan sang aktor.

Di tengah kondisi ini, Bruce mendapat dukungan penuh dari keluarga besarnya. Istrinya, Emma Heming Willis, mantan istrinya Demi Moore, serta lima putrinya Rumer, Scout, Tallulah, Mabel, dan Evelyn, selalu ada mendampingi.

Emma, yang kini menjadi advokat kesadaran FTD, sering membagikan cerita tentang beratnya menjadi pengasuh.

"Demensia itu sulit. Sulit bagi orang yang didiagnosis, juga sulit bagi keluarga. Dan itu tidak berbeda untuk Bruce, atau saya, atau anak-anak kami. Ketika mereka mengatakan ini adalah penyakit keluarga, itu benar-benar demikian," ujarnya.

Momen-momen emosional pun sering dibagikan oleh putri sulungnya, Rumer Willis. Pada Hari Ayah 2025, ia menulis pesan haru di media sosial, mengungkapkan betapa ia rindu berbicara dengan sang ayah.

"Saya berharap saya lebih banyak bertanya kepadamu selagi kamu masih bisa menceritakan semuanya," tulis Rumer.

Meski begitu, ia tetap merasakan cinta dari ayahnya lewat pelukan dan tatapan mata yang masih penuh kehangatan. Keluarga memastikan bahwa semangat Bruce tetap terjaga.

Rumer bahkan mengabarkan pada Mei 2025 bahwa sang ayah sangat baik dan tetap kuat. Meski sudah tidak bisa lagi beraksi di layar lebar, warisan Bruce Willis di dunia perfilman tetap abadi.

Perjuangan hidupnya kini menjadi pengingat pentingnya kesadaran publik tentang FTD, penelitian medis, dan kekuatan cinta keluarga dalam menghadapi tantangan berat seperti ini.