Badai Wipha Hantam Thailand: Wisatawan Tewas, Warga Diminta Siaga!
JAKARTA, GENVOICE.ID - Badai tropis Wipha kembali menunjukkan kekuatannya, kali ini melanda Thailand dengan hujan deras, angin kencang, dan gelombang laut tinggi yang menimbulkan korban jiwa serta mengacaukan aktivitas wisata di wilayah selatan negara itu.
Dilansir dari Antara, Departemen Meteorologi Thailand pada Selasa (22/7) memperingatkan bahwa dampak paling parah dari badai ini diperkirakan terjadi mulai hari itu hingga Kamis (24/7).
Dua wisatawan asal China dilaporkan tewas akibat cuaca ekstrem yang dipicu oleh Wipha. Satu korban dilaporkan tenggelam saat berenang di Krabi pada Minggu (20/7), sementara satu lagi meninggal setelah tertimpa pohon tumbang di sebuah pantai di Phuket, yang saat itu tengah dilanda badai hebat.
Provinsi Phuket dan Krabi, yang menjadi destinasi wisata andalan Thailand, kini menjadi zona waspada tinggi. Hujan lebat dan gelombang laut tinggi memaksa otoritas setempat menutup beberapa akses pantai dan menghentikan aktivitas laut. Departemen Meteorologi Thailand menekankan bahwa wilayah utara, timur laut, tengah, dan timur Thailand juga akan terdampak, dengan potensi banjir bandang dan limpasan air dari kawasan hutan.
Sementara itu, gelombang tinggi diperkirakan akan terus menghantam Laut Andaman dan Teluk Thailand bagian utara, sehingga semua perahu kecil diminta untuk tidak melaut. Wisata laut, yang biasanya menjadi daya tarik utama di musim liburan, kini justru menjadi ancaman keselamatan.
Kedutaan Besar China di Bangkok juga ikut mengeluarkan peringatan kepada seluruh warga negaranya yang sedang berada di Thailand agar meningkatkan kewaspadaan. Warga diminta siap menghadapi angin kencang, hujan ekstrem, dan gelombang besar yang disebabkan oleh badai tropis Wipha serta pengaruh monsun barat daya yang tengah aktif.
Perkiraan cuaca memperlihatkan bahwa badai ini dapat membawa hujan dalam intensitas ekstrem yang dapat bertahan hingga beberapa hari ke depan, dengan risiko tinggi terhadap tanah longsor di daerah perbukitan dan banjir mendadak di kawasan rendah.
Pihak berwenang Thailand kini dalam status siaga penuh dan meminta masyarakat untuk terus memantau perkembangan cuaca serta mengikuti instruksi keselamatan dari otoritas lokal.
Dengan cuaca ekstrem yang terus melanda kawasan Asia Tenggara, Wipha kembali menunjukkan bahwa badai tropis bukan hanya ancaman cuaca, tapi juga ancaman nyata bagi keselamatan jiwa dan aktivitas ekonomi, termasuk sektor pariwisata.