Badai 'Monster' Wipha Mengamuk! Filipina-Taiwan-Tiongkok Lumpuh, Ratusan Penerbangan Batal

Genvoice.id | 23 Jul 2025

JAKARTA, GENVOICE.ID - Badai tropis Wipha kembali menunjukkan kedahsyatannya di kawasan Asia Timur, setelah menyapu wilayah Filipina dan Taiwan dengan kecepatan angin yang mengerikan.

Kini Wipha mulai melumpuhkan sejumlah provinsi pesisir di Tiongkok. Angin kencang yang mampu mencapai kecepatan 101 km/jam, disertai hembusan hingga 126 km/jam, menjadikan Wipha sebagai badai tropis yang patut diwaspadai.

Di Filipina, angin Wipha menyebabkan sebuah papan reklame tumbang dan menimpa truk yang sedang terparkir di Kota Quezon, sebelah utara Manila. Warga pun terkejut dengan kekuatan badai yang menyerupai monster, memporak-porandakan fasilitas umum dan menyebabkan kekacauan di jalanan.

Saat melintas selatan Taiwan pada Sabtu (19/7/2025), badai ini memaksa pemerintah dan operator layanan transportasi menunda sejumlah aktivitas. Di Tiongkok, provinsi Fujian menghentikan operasional feri, sementara di Hong Kong, maskapai Cathay Pacific membatalkan atau menunda semua penerbangan antara pukul 5 pagi hingga 6 sore waktu setempat. Maskapai tersebut bahkan menggratiskan biaya perubahan tiket bagi penumpang yang terdampak.

Ini bukan kali pertama Wipha menimbulkan kerusakan besar. Pada 2023, badai serupa melanda selatan Tiongkok dan menyebabkan banjir besar di wilayah Hong Kong. Bencana ini bahkan membuat danau di peternakan buaya di Maoming, Guangdong, meluap hingga 70 ekor buaya lepas ke permukiman warga!

Lebih jauh ke belakang, pada 2019, badai Wipha juga memicu kekacauan besar. Meski hanya melintas sejauh 310 km dari Hong Kong, badai ini tetap memicu Sinyal Badai No. 8 pertama tahun itu - sinyal tertinggi yang jarang dikeluarkan. Curah hujan ekstrem mencapai 350 mm melanda Pulau Lantau dan sebagian besar Wilayah Baru. Akibatnya, puluhan insiden terjadi: 850 pohon tumbang, 3 kasus banjir, 3 tanah longsor, dan runtuhnya bagian langit-langit pasar serta dinding penahan tanah.

Lebih dari 693 penerbangan dibatalkan, 25 ditunda, dan 14 dialihkan di Bandara Internasional Hong Kong. Insiden lainnya termasuk scaffolding bangunan yang roboh, seorang perenang terluka, hingga lahan pertanian seluas 300 hektar terendam banjir.

Wipha sekali lagi menjadi bukti bahwa perubahan iklim telah memperparah intensitas badai tropis. Dengan pola angin asimetris dan cakupan yang luas, badai ini bukan hanya fenomena cuaca biasa, tetapi ancaman nyata yang bisa melumpuhkan berbagai sektor dalam waktu singkat.