Anthony Ginting Ambil Pelajaran Berharga Usai Tersingkir di China Open 2025
JAKARTA, GENVOICE.ID - Pebulu tangkis tunggal putra Indonesia, Anthony Sinisuka Ginting, harus mengakhiri langkahnya lebih awal di ajang BWF World Tour Super 1000 China Open 2025. Bertanding di Olympic Sports Center Gymnasium, Changzhou, pada Rabu (21/7), Ginting kalah dari wakil Kanada Brian Yang dengan skor 21-9, 16-21, 14-21. Meski tersingkir di babak pertama, Ginting menegaskan bahwa ia membawa pulang banyak pelajaran penting, terutama dalam hal membangun kembali mental bertanding setelah lama absen akibat cedera.
"Dari dua turnamen ini, hasil positif yang bisa saya ambil adalah bisa merasakan lagi atmosfer pertandingan, tekanannya, tegang di dalam lapangannya," kata Ginting dalam keterangan resmi PP PBSI setelah pertandingan.
Kalah karena Strategi Tak Maksimal dan Angin Lapangan
Dalam keterangannya, Ginting mengaku belum mampu menampilkan permainan terbaik. Selain faktor teknis, angin di dalam lapangan menjadi salah satu kendala besar. Menurutnya, hal tersebut dimanfaatkan lawan untuk tampil lebih percaya diri dan mengontrol permainan, terutama di gim kedua dan ketiga.
"Memang kondisi di sini cukup terasa menang dan kalah anginnya. Itu membuat saya kurang bisa menerapkan strategi secara disiplin dan banyak mati sendiri. Hal itu yang membuat lawan jadi lebih percaya diri," ujar Ginting.
Dua Turnamen untuk Bangun Kepercayaan Diri
Turnamen China Open 2025 menjadi ajang kedua bagi Ginting setelah sebelumnya tampil di Japan Open. Ia menyebut keikutsertaannya di dua turnamen ini membantu mengembalikan atmosfer kompetitif yang tidak bisa didapatkan dari sesi latihan biasa. Menurut Ginting, pengalaman seperti menjawab strategi lawan secara cepat dan beradaptasi dengan kondisi shuttlecock serta lapangan adalah hal krusial yang tidak ditemukan dalam latihan sehari-hari.
"Hasil positif yang bisa saya ambil adalah bisa merasakan lagi atmosfer pertandingan, tekanannya, tegang di dalam lapangannya," ujarnya.
Performa Belum Maksimal, Baru Capai 70 Persen
Ginting mengakui bahwa performanya saat ini masih belum stabil. Ia menilai baru berada di kisaran 60-70 persen dari kondisi terbaiknya.
"Bukan hanya tentang diri sendiri, tapi juga bagaimana menjawab strategi lawan dengan cepat, adaptasi cepat, juga ada faktor lapangan, dan shuttlecock yang berbeda. Itu yang tidak saya dapatkan di latihan," tambahnya.
Absen selama enam bulan karena cedera membuatnya harus kembali menyesuaikan ritme, namun Ginting tetap optimistis bisa bangkit di turnamen-turnamen berikutnya.
Fokus Perbaikan untuk Turnamen Mendatang
Dengan dua turnamen sebagai bekal evaluasi, Ginting kini fokus memperbaiki kualitas permainan, baik dari sisi fisik, strategi, maupun mental bertanding. Ia berharap bisa segera kembali ke performa terbaik demi mengejar target di sisa musim 2025.