Ikut Kunjungan Kerja Gibran Pakai Jaket Kuning, IKM FIB UI Tegaskan Mahasiswanya Bukan Utusan Resmi Kampus

Genvoice.id | 23 Jun 2026

JAKARTA, GENVOICE.ID -Keterlibatan perwakilan mahasiswa dalam agenda kenegaraan belakangan ini tengah memicu perhatian publik di ruang digital.

Menanggapi hal tersebut, Aliansi Ikatan Keluarga Mahasiswa Fakultas Ilmu Budaya Universitas Indonesia (IKM FIB UI) secara resmi menegaskan bahwa kehadiran salah satu mahasiswanya, Daffa Ulhaq, dalam kunjungan kerja Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming ke wilayah NTT hingga Papua bukanlah sebagai utusan resmi organisasi.

Melalui klarifikasi kelembagaan ini, pihak ikatan mahasiswa meluruskan informasi mengenai penggunaan atribut kampus di panggung politik praktis.

Kapasitas Personal dan Penggunaan Atribut Almamater UI

Dalam agenda kunker Wapres Gibran yang berlangsung sejak Kamis (18/6/2026) hingga Minggu (21/6/2026) lalu, pemerintah melibatkan lima mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi nasional, seperti UI, UPH, Unsoed, USD, dan ISBI, untuk meninjau langsung operasional dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) di beberapa wilayah Indonesia Timur.

Terkait kehadiran perwakilan dari Universitas Indonesia, Aliansi IKM FIB UI yang menaungi BEM FIB UI serta seluruh Himpunan Mahasiswa memberikan poin-poin pernyataan tegas:

  • Status Aktif Mahasiswa: Pihak kampus mengonfirmasi bahwa Daffa Ulhaq memang benar merupakan mahasiswa aktif dari Program Sarjana Program Studi Ilmu Sejarah FIB UI.

  • Aksi Atas Nama Pribadi: Meskipun yang bersangkutan terlihat mengenakan jaket almamater (makara) UI dalam agenda kenegaraan bersama Wapres Gibran, IKM FIB UI menyatakan tindakan tersebut murni merupakan kapasitas personal atau atas instruksi penugasan dari pihak eksternal.

  • Di Luar Garis Koordinasi Lembaga: Segala bentuk partisipasi dan tindakan Daffa selama kunker sepenuhnya berada di luar garis koordinasi, wewenang, pengawasan, maupun persetujuan resmi dari lembaga kemahasiswaan intra-kampus FIB UI.

Investigas Institusional dan Menjaga Marwah Independensi

Buntut dari kejadian ini, aliansi mahasiswa tidak tinggal diam dan langsung mengambil langkah hukum serta administratif internal:

  • Pencarian Fakta Lapangan: IKM FIB UI saat ini sedang melakukan penelusuran fakta dan investigasi internal universitas secara mendalam guna mengetahui rincian afiliasi keberangkatan, motif personal, hingga kronologi instruksi pemakaian atribut almamater kuning tersebut di lapangan.

  • Diserahkan pada Otoritas Kampus: Seluruh hasil investigasi akan diserahkan dan diproses secara objektif oleh otoritas Universitas Indonesia melalui mekanisme resmi yang berlaku di kampus.

  • Komitmen Menolak Kooptasi Politik: Melalui unggahan resmi di akun Instagram @bemfibui, organisasi menegaskan bahwa independensi gerakan mahasiswa adalah harga mati yang tidak bisa ditawar atau diintervensi oleh kekuasaan dan politik praktis. IKM FIB UI secara tegas menolak segala bentuk upaya penundukan (domestikasi) gerakan demi menjaga marwah akademik serta nalar kritis mahasiswa.

Langkah investigasi ini diharapkan dapat memberikan transparansi bagi publik dan civitas akademika mengenai batasan penggunaan simbol institusi pendidikan dalam kegiatan kenegaraan.