6 Cedera Paling Parah yang Pernah Terjadi di Piala Dunia
JAKARTA, GENVOICE.ID - Perhelatan Piala Dunia 2026 masih berlangsung dengan beberapa negara yang masih berjuang hingga kini untuk menempatkan posisinya menjadi juara grup.
Bukan tidak mungkin, suatu pertandingan sepak bola pasti menyisakan yang namanya cedera. Cedera dalam permainan sepak bola tidak dapat dihindarkan, terlebih sepak bola merupakan olahraga yang memiliki kontak fisik langsung terhadap tiap pemainnya.
Sepanjang sejarah Piala Dunia diadakan, apakah kamu sudah pernah mendengar 6 cerita cedera yang brutal ini? Simak penjelasannya lebih lanjut.
1. Yasser Al-Shahrani (Arab Saudi) - Piala Dunia 2022
Kemenangan bersejarah Arab Saudi atas Argentina pada fase grup Piala Dunia 2022 di Qatar menyisakan pengorbanan besar dari sang bek, Yasser Al-Shahrani. Ia terlibat benturan keras yang tak sengaja dengan rekan setimnya sendiri, penjaga gawang Mohammed Al-Owais.
-
Dampak Cedera: Benturan lutut kiper yang mengenai wajah Al-Shahrani menyebabkan cedera parah pada area kepala, dada, hingga perut.
-
Pemulihan: Ia harus dilarikan ke Doha sebelum akhirnya diterbangkan ke Riyadh menggunakan pesawat medis untuk menjalani operasi darurat. Al-Shahrani membutuhkan waktu pemulihan selama 133 hari dan harus mengenakan topeng pelindung wajah khusus saat kembali merumput.
2. Christoph Kramer (Jerman) - Final Piala Dunia 2014
Pengalaman Christoph Kramer di laga final Piala Dunia 2014 melawan Argentina menjadi salah satu momen paling aneh sekaligus mengerikan. Pada menit ke-17, kepala Kramer terbentur sangat keras oleh bahu pemain Argentina, Ezequiel Garay. Meski sempat memaksakan bermain selama 14 menit setelah dirawat, ia mulai menunjukkan perilaku tidak wajar akibat gegar otak.
-
Dampak Cedera: Kramer mengalami kehilangan memori jangka pendek di lapangan. Ia bahkan sempat mendatangi wasit Nicola Rizzoli untuk bertanya apakah laga tersebut benar-benar Final Piala Dunia. Tak hanya itu, ia juga sempat meminta bertukar jersei dengan wasit serta meminta izin mengambil alih posisi penjaga gawang.
-
Pemulihan: Tim medis Jerman yang menyadari keanehan tersebut langsung menariknya keluar. Beruntung tidak ada cedera lanjutan, namun tim dokter mengonfirmasi bahwa memori Kramer mengenai babak pertama laga final tersebut telah hilang secara permanen.
3. Michael Owen (Inggris) - Piala Dunia 2006
Nasib nahas menimpa striker andalan Inggris, Michael Owen, saat menghadapi Swedia di babak grup Piala Dunia 2006. Pahitnya, cedera horor ini terjadi secara mandiri atau tanpa adanya benturan dari pemain lawan.
-
Dampak Cedera: Pertandingan baru berjalan 51 detik ketika Owen berniat melepaskan operan. Namun, salah tumpuan membuat lutut kanannya tertekuk ke posisi yang salah hingga ia terjatuh dan merangkak keluar lapangan. Hasil pemeriksaan medis menyatakan ia mengalami robekan otot ligamen lutut yang sangat parah.
-
Pemulihan: Cedera ini memaksa Owen menyudahi turnamen lebih cepat. Ia harus absen dari dunia sepak bola selama kurang lebih sembilan bulan demi memulihkan kondisi lututnya melalui operasi dan terapi panjang.
4. Tab Ramos (Amerika Serikat) - Piala Dunia 1994
Laga babak 16 besar Piala Dunia 1994 antara tuan rumah Amerika Serikat melawan Brasil melahirkan salah satu pelanggaran paling brutal. Pemain AS, Tab Ramos, dijatuhkan secara sengaja lewat sikutan keras yang dilayangkan oleh pemain Brasil, Leonardo.
-
Dampak Cedera: Sikutan telak tersebut berakibat fatal. Ramos menderita patah tulang tengkorak yang parah, mencakup keretakan pada tulang pelipis, serta mengalami pendarahan di dalam otak. Akibat tindakan brutal ini, Leonardo langsung diganjar kartu merah oleh wasit.
-
Pemulihan: Kondisi Ramos sangat kritis hingga harus mendekam di rumah sakit selama lebih dari tiga bulan untuk observasi mendalam agar terhindar dari tindakan bedah otak. Leonardo sendiri sempat mengunjungi Ramos di rumah sakit sambil menangis menyesali perbuatannya.
5. Patrick Battiston (Prancis) - Piala Dunia 1982
Salah satu insiden paling kontroversial dan mengerikan dalam sejarah sepak bola terjadi pada semifinal Piala Dunia 1982 antara Prancis dan Jerman Barat. Pemain Prancis yang baru masuk di babak kedua, Patrick Battiston, berlari mengejar umpan terobosan dan berhadapan satu lawan satu dengan kiper Jerman Barat, Harald Schumacher.
-
Dampak Cedera: Schumacher dengan agresif keluar dari sarangnya dan melompat hingga pinggulnya menghantam keras wajah Battiston. Battiston langsung terkapar tidak sadarkan diri di lapangan, kehilangan beberapa gigi, dan menderita kerusakan serius pada tulang belakangnya. Tragisnya, wasit Charles Corver sama sekali tidak menganggap kejadian itu sebagai pelanggaran.
-
Pemulihan: Tim medis harus memberikan bantuan oksigen darurat di lapangan sebelum melarikannya ke rumah sakit. Setelah melewati perawatan intensif yang panjang, Battiston akhirnya bisa kembali bermain sepak bola dan secara berlapang dada memaafkan tindakan Schumacher.
6. Eduard Dubinski (Uni Soviet) - Piala Dunia 1962
Kisah cedera yang dialami bek Uni Soviet, Eduard Dubinski, pada Piala Dunia 1962 di Chile menjadi yang paling tragis karena berujung pada kematian. Dubinski menjadi korban tekel brutal yang dilepaskan oleh pemain Yugoslavia, Muhamed Mujic.
-
Dampak Cedera: Tekel keras tersebut membuat tulang kaki Dubinski patah seketika. Mengingat fasilitas dan penanganan medis pada era 1960-an belum secanggih sekarang, luka dan cedera pada kakinya tidak tertangani dengan sempurna.
-
Pemulihan & Dampak Akhir: Penanganan yang buruk tersebut memicu komplikasi infeksi jangka panjang di dalam tubuhnya. Seiring berjalannya waktu, komplikasi tersebut berkembang menjadi sarkoma, yaitu sejenis kanker ganas yang langka menyerang jaringan otot. Setelah berjuang melawan penyakitnya, Eduard Dubinski meninggal dunia tujuh tahun kemudian pada usia 34 tahun.