Samsung Pecahkan Rekor Dunia, Exynos 2600 Jadi Chipset 2nm Pertama dan Siap Bikin Ponsel Ngebut Gila-gilaan

Genvoice.id | 22 Dec 2025

JAKARTA, GENVOICE.ID - Samsung akhirnya resmi membuka kartu terbarunya di dunia prosesor ponsel. Lewat Exynos 2600, raksasa teknologi asal Korea Selatan itu mencetak sejarah sebagai produsen pertama yang menghadirkan chipset smartphone dengan teknologi fabrikasi 2 nanometer. Langkah ini langsung menempatkan Samsung di garis depan persaingan chipset flagship global.

Menurut laporan GSM Arena, Exynos 2600 diproduksi menggunakan proses 2nm Gate-All-Around (GAA) milik Samsung Foundry dan dibangun di atas arsitektur Arm v9.3. Chip ini juga menandai debut teknologi baru bernama Heat Path Block (HPB), sistem khusus yang dirancang untuk mengatasi persoalan klasik chipset flagship: panas berlebih saat performa dipacu.

Dari sisi dapur pacu, Exynos 2600 mengusung konfigurasi CPU 10 inti. Satu inti utama C1-Ultra melaju hingga 3,8 GHz, ditemani tiga inti performa tinggi C1 Pro berkecepatan 3,25 GHz, serta enam inti hemat daya yang berjalan di 2,75 GHz. Kombinasi ini diklaim mampu memberikan lonjakan performa hingga 39 persen dibandingkan generasi sebelumnya, Exynos 2500, dengan efisiensi daya yang lebih baik.

Urusan kecerdasan buatan juga menjadi salah satu senjata utama Exynos 2600. Samsung membenamkan NPU generasi terbaru yang diklaim sanggup meningkatkan performa AI hingga 113 persen. Tak cuma soal cepat, chipset ini juga membawa peningkatan keamanan lewat fitur virtualisasi dan dukungan kriptografi pasca-kuantum berbasis perangkat keras, sesuatu yang mulai dilirik serius di era AI.

Untuk kebutuhan grafis dan gaming, Exynos 2600 dibekali GPU Xclipse 960. Samsung menyebut performa ray tracing meningkat hingga 50 persen, sementara kemampuan komputasinya naik dua kali lipat dibanding Exynos 2500. Artinya, main gim berat dengan visual realistis di ponsel flagship Samsung ke depan bukan lagi sekadar janji.

Sektor kamera pun ikut naik kelas. Prosesor sinyal gambar (ISP) terbaru kini dilengkapi Visual Perception System (VPS) berbasis AI, yang memungkinkan pengenalan objek dan adegan lebih akurat. Chipset ini mendukung sensor kamera hingga 320 megapiksel dan teknologi pengurangan noise video berbasis deep learning, sehingga perekaman di kondisi minim cahaya bisa tampil lebih bersih dan tajam.

Teknologi Heat Path Block (HPB) yang menjadi sorotan utama memanfaatkan material High-k EMC untuk mempercepat pembuangan panas. Hasilnya, performa tetap stabil meski ponsel dipakai secara intens, termasuk saat bermain gim dalam waktu lama.

Spesifikasi lain yang dibawa Exynos 2600 mencakup dukungan memori LPDDR5X, penyimpanan UFS 4.1, serta layar 4K dengan refresh rate hingga 120 Hz. Chipset ini diperkirakan akan menjadi otak utama Galaxy S26 dan Galaxy S26+, meski Samsung belum mengonfirmasi apakah penggunaannya akan bersifat global atau hanya untuk pasar tertentu seperti Korea Selatan.

Dengan Exynos 2600, Samsung seolah ingin menjawab kritik panjang soal performa chipset internalnya. Kini, pertanyaannya bukan lagi soal teknologi di atas kertas, tapi apakah chipset 2nm ini benar-benar mampu mengembalikan kepercayaan pengguna di dunia nyata.