Bocah 9 Tahun di Cilegon Tewas dengan 19 Tusukan, Benarkah Terkait Politik? Eks Kabareskrim Ungkap Kemungkinan Lain

Genvoice.id | 22 Dec 2025

JAKARTA, GENVOICE.ID - Dunia maya sedang dihebohkan dengan kabar duka yang sangat tragis dari Cilegon, Banten.

Seorang bocah laki-laki berusia 9 tahun berinisial MAHM ditemukan tewas dengan kondisi mengenaskan di dalam rumah mewahnya.

Kasus ini jadi makin panas karena muncul spekulasi kalau tragedi ini ada hubungannya dengan posisi sang ayah sebagai politisi. Yuk, kita bedah faktanya, Gen!

19 Luka Tusukan: Tragedi di Rumah Mewah Cilegon

Kejadian ini bermula saat ayah korban, Maman Suherman, yang juga anggota Dewan Pakar PKS Cilegon, menerima telepon darurat dari anak keduanya yang berteriak minta tolong.

Ketika sampai di rumah, Maman mendapati MAHM sudah bersimbah darah di dalam kamar.

Meski sempat dilarikan ke rumah sakit, nyawa bocah malang ini tidak tertolong. Hasil pemeriksaan awal menunjukkan ada 19 luka tusukan dan memar di tubuhnya. Sadis banget ya, Gen?

Benarkah Terkait Politik? Ini Kata Eks Kabareskrim

Banyak yang menduga kalau pembunuhan ini adalah teror politik buat sang ayah. Tapi, Komjen Pol Purn Susno Duadji punya pandangan beda nih:

  • Pengaruh Politik Kecil: Menurut Susno, jabatan Dewan Pakar itu biasanya hanya memberikan masukan ilmu, bukan pengambil keputusan utama partai. Jadi, kecil kemungkinan ada rival politik yang sampai senekat itu.
  • Cek Jalur Bisnis: Susno justru menyarankan polisi untuk mendalami sisi bisnis orang tua korban. Menurutnya, urusan bisnis atau dendam pribadi sering kali punya dampak yang lebih ekstrem.
  • Faktor Dendam: Karena tidak ada barang yang hilang di rumah, dugaan kalau ini adalah aksi balas dendam makin kuat, Gen.

PKS Angkat Bicara

Pihak PKS lewat Nurul Amalia juga menegaskan kalau posisi dewan pakar tidak ada hubungannya dengan kebijakan politik strategis.

Mereka meminta publik nggak berasumsi terlalu jauh dan memilih buat menunggu hasil penyelidikan resmi dari Polri.

Update Penyelidikan

Sampai saat ini, Polres Cilegon masih bekerja keras melakukan penyelidikan intensif. Polisi belum merilis siapa pelakunya atau apa motif di balik tindakan keji ini.

Kehilangan nyawa anak di bawah umur dengan cara sekeji ini benar-benar bikin hati teriris ya, Gen.

Kita dukung penuh kepolisian untuk segera mengusut tuntas siapa pelakunya dan apa motif sebenarnya. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberi kekuatan. Rest in peace, MAHM.