Ini Dia Raja Lemparan Jauh Musim Ini di Premier League!

Genvoice.id | 22 Nov 2025

JAKARTA, GENVOICE.ID - Fenomena long throw di Premier League lagi jadi bahan omongan besar musim ini, Gen. Dulu, lemparan jauh identik sama era Tony Pulis di Stoke City. Tapi sekarang, hampir semua klub Inggris udah mengandalkan taktik ini sebagai salah satu senjata andalan. Hasilnya juga kelihatan jelas di lapangan. Gol-gol dari situasi lemparan ke dalam makin sering terjadi, bikin banyak pertandingan berubah arah cuma dari satu lemparan panjang.

Musim lalu saja ada 20 gol lewat skema seperti ini. Nah, musim 2025-26 bahkan lebih gila lagi. Sampai pekan ke-11 saja sudah ada 12 gol yang tercipta hanya dari lemparan jauh. Angkanya naik karena rata-rata jarak lemparan pemain Premier League juga makin jauh. Dua musim lalu angka rata-ratanya 16,5 meter, lalu naik ke 16,7 meter, dan musim ini melompat ke 18,6 meter. Bahkan data Opta sudah mendekati standar long throw, yaitu lemparan yang lebih dari 20 meter.

Di antara semua pemain yang memanfaatkan taktik ini, Michael Kayode dari Brentford jadi yang paling mencuri perhatian. Brentford memang terkenal jago dalam set-piece karena manajernya, Keith Andrews, dulunya spesialis bola mati. Kayode juga sudah dikenal punya kemampuan lemparan super jauh sejak di Fiorentina. Begitu pindah ke Brentford, jumlah lemparan jauhnya melonjak drastis. Musim ini saja dia sudah mengirim 54 long throw hanya dalam 11 laga. Angka itu berhasil mengungguli Nordi Mukiele dari Sunderland (46) dan Chris Richards dari Crystal Palace (29).

Kayode bukan cuma rajin, tapi juga paling konsisten. Rata-rata lemparannya mencapai 33,2 meter, tertinggi di liga. Setelah dia, ada Lucas Bergvall dari Tottenham yang lemparannya juga tembus rata-rata 30,6 meter. Sementara beberapa klub lain seperti Burnley, Bournemouth, Leeds, dan Everton juga punya spesialis mereka masing-masing.

Menariknya, klub-klub besar malah minim kontribusi. Chelsea dan Manchester City bahkan tidak punya satu pun pemain yang mencatatkan lebih dari satu long throw ke kotak penalti. Brighton dan Liverpool pun hampir tidak memakai skema ini.

Brentford sendiri jadi klub yang paling sering memecahkan rekor jarak lemparan di berbagai stadion. Bahkan mereka sudah mencatat lemparan terjauh di lima stadion yang berbeda musim ini. Meski begitu, rekor absolut musim ini justru dipegang pemain Wolves, Rodrigo Gomes, yang melepaskan lemparan sejauh 46,1 meter saat melawan Everton.

Selain soal pemain, stadion juga sering dianggap berpengaruh. Tapi data musim ini menunjukkan bahwa teknik pemain lebih menentukan, bukan ukuran atau jenis stadion. Bahkan ketika Sunderland pernah menggeser papan iklan agar lebih dekat ke garis lapangan untuk menghambat tim lawan, hasilnya tetap tidak banyak mengubah efektivitas long throw secara keseluruhan.

Pada akhirnya, long throw di Premier League kini bukan sekadar trik klasik. Banyak klub menggunakannya sebagai senjata serius untuk menciptakan peluang. Dan dari semua nama yang muncul musim ini, Kayode bersama Brentford masih jadi kombinasi paling berbahaya. Perjalanan musim masih panjang, jadi kemungkinan rekor-rekor baru bakal terus bermunculan, Gen.