Viral Video Orang Tua Diduga Aniaya 2 Balita di Lift Malaysia, Benarkah WNI?
JAKARTA, GENVOICE.ID - Video CCTV yang memperlihatkan dugaan kekerasan terhadap dua anak balita di sebuah lift di Malaysia viral di media sosial. Rekaman tersebut menuai kecaman karena memperlihatkan seorang pria dan wanita yang diduga orang tua kedua anak melakukan tindakan kasar.
Video itu beredar luas setelah dibagikan kembali oleh sejumlah akun media sosial, termasuk kanal YouTube Antara News dan akun TikTok @malaysiatribune. Dalam rekaman tersebut, aksi dugaan kekerasan disebut bermula dari persoalan anak-anak yang berebut tempat duduk di stroller.
Video CCTV Perlihatkan Dugaan Kekerasan terhadap Anak
Berdasarkan rekaman yang beredar, seorang pria yang diduga ayah kedua anak terlihat menendang stroller yang sedang digunakan salah satu anak. Sementara itu, seorang wanita yang diduga ibu mereka terlihat mendorong dan menjentik salah satu anak.
Kejadian tersebut berlangsung di dalam ruang lift yang terekam kamera pengawas. Namun, waktu kejadian, identitas orang-orang yang berada dalam rekaman, serta rangkaian peristiwa secara lengkap sebelum dan sesudah kejadian belum diketahui secara pasti.
Dugaan kekerasan tersebut kemudian menjadi perbincangan luas di media sosial. Banyak warganet mengecam tindakan yang terlihat dalam video dan menilai persoalan antara anak seharusnya tidak diselesaikan dengan kekerasan.
Warganet Menduga Orang Tua Merupakan WNI
Selain tindakan kekerasan, identitas orang tua dalam video juga menjadi perhatian pengguna media sosial. Sejumlah warganet menduga pria dan wanita tersebut merupakan warga negara Indonesia yang sedang berada di Malaysia.
Dugaan itu muncul karena percakapan yang terdengar dalam rekaman dinilai menggunakan bahasa Indonesia. Namun, sampai saat ini belum terdapat keterangan resmi yang memastikan identitas maupun kewarganegaraan kedua orang tersebut.
Informasi mengenai apakah mereka memang sedang berlibur di Malaysia juga belum dapat dipastikan. Begitu pula dengan informasi mengenai penanganan kasus tersebut oleh pihak berwenang Malaysia.
Video Viral Picu Kecaman Warganet
Beredarnya video tersebut membuat banyak pengguna media sosial merasa geram. Mereka menilai orang tua seharusnya dapat mengendalikan emosi ketika menghadapi konflik antaranak, terlebih kedua anak yang terlihat dalam rekaman masih berusia balita.
Salah satu pengguna Threads bahkan meminta para orang tua yang memiliki dua anak dengan usia berdekatan untuk belajar membagi perhatian secara adil.
"Heh! Lu klo punya anak 2 dan masih toddler, plis belajar buat adil dan jangan egois. Peraturan tidak tertulis, klo punya anak 2 yg umur nya ngga beda jauh berarti harus siap beli sesuatu 2 juga. Mulai dari barang receh bahkan sampe stroller," tulis akun tersebut.
Ada Warganet yang Berikan Sudut Pandang Berbeda
Di tengah banyaknya kecaman, sebagian pengguna media sosial mencoba melihat persoalan tersebut dari sisi lain. Salah satu warganet menduga terdapat kemungkinan anak-anak tersebut sebelumnya telah beberapa kali diberi peringatan oleh orang tuanya.
"Siapa tau anak ini sebelumnya sudah berkali2 dikasih tau baik2. Tapi, bebal. Kalo ada yg nyuruh duduk di stroller berdua, siapa tau juga anak laki? kaos hitam itu ga mau berbagi. Orang tua ga bakal semarah ini kalo anaknya mau nurut," tulisnya.
Meski demikian, komentar tersebut merupakan pendapat pribadi warganet dan tidak dapat dijadikan sebagai kepastian mengenai apa yang sebenarnya terjadi sebelum rekaman CCTV dimulai.
Identitas dan Kewarganegaraan Belum Terbukti
Hingga kini, belum ada konfirmasi resmi yang memastikan identitas pria dan wanita dalam video tersebut. Begitu pula dugaan bahwa keduanya merupakan WNI belum mendapatkan kepastian dari pihak berwenang maupun orang yang bersangkutan.
Karena informasi yang beredar masih berasal dari rekaman dan unggahan media sosial, detail mengenai lokasi, waktu kejadian, identitas orang tua, serta penanganan kasus perlu menunggu keterangan resmi. Masyarakat juga diimbau tidak terburu-buru menyimpulkan identitas seseorang hanya berdasarkan video yang beredar di internet.