Jakarta Diklaim Masuk 10 Kota Teraman Asia Tenggara 2026, Ini Peringkatnya

Genvoice.id | 22 Oct 2026

JAKARTA, GENVOICE.ID - Jakarta ternyata masuk dalam daftar 10 kota teraman di Asia Tenggara pada 2026. Berdasarkan Safety Index by City 2026 yang dirilis Numbeo, Ibu Kota Indonesia berada di peringkat kesembilan dengan skor indeks keamanan 47,2.

Posisi tersebut membuat Jakarta berada di atas Kuala Lumpur, Malaysia, yang menempati peringkat kesepuluh. Meski masuk 10 besar, skor keamanan Jakarta masih cukup jauh dibandingkan sejumlah kota lain di Asia Tenggara.

Jakarta Berada di Peringkat Kesembilan

Dalam daftar Numbeo, Jakarta memperoleh Safety Index sebesar 47,2. Angka tersebut berada di bawah Cebu, Filipina, yang menempati peringkat kedelapan dengan skor 49,6.

Sementara itu, Ho Chi Minh City, Vietnam, berada satu tingkat di atas Cebu atau peringkat ketujuh dengan skor yang juga mencapai 49,6. Artinya, posisi Jakarta masih berada di bawah sejumlah kota besar lain di kawasan Asia Tenggara.

Sebagai pembanding, Chiang Mai, Thailand, menjadi kota dengan skor keamanan tertinggi di kawasan tersebut. Kota ini mencatat Safety Index 77,9, disusul Singapura dengan skor 77,5 dan Davao, Filipina, dengan skor 71,4.

Ini Daftar 10 Kota Teraman di Asia Tenggara 2026

Berdasarkan Safety Index by City 2026, berikut daftar 10 kota teraman di Asia Tenggara versi Numbeo:

  1. Chiang Mai, Thailand

  2. Singapura

  3. Davao, Filipina

  4. Hanoi, Vietnam

  5. Bangkok, Thailand

  6. Pattaya, Thailand

  7. Ho Chi Minh City, Vietnam

  8. Cebu, Filipina

  9. Jakarta, Indonesia

  10. Kuala Lumpur, Malaysia

Daftar tersebut menunjukkan Jakarta masih berada dalam jajaran 10 besar kota dengan tingkat keamanan yang dipersepsikan cukup tinggi di kawasan Asia Tenggara. Namun, skor Jakarta masih terpaut cukup jauh dari Chiang Mai dan Singapura yang berada di dua posisi teratas.

Apa Arti Skor Keamanan Jakarta?

Skor 47,2 yang diperoleh Jakarta tidak bisa langsung dianggap sebagai bukti bahwa tingkat kriminalitas di Jakarta lebih rendah atau lebih tinggi dibandingkan kota lain. Angka tersebut merupakan gambaran mengenai persepsi keamananberdasarkan metodologi yang digunakan Numbeo.

Dengan demikian, peringkat Jakarta bukan merupakan pemeringkatan resmi tingkat kriminalitas yang dikeluarkan pemerintah ataupun kepolisian negara-negara Asia Tenggara. Hasil tersebut lebih tepat dipahami sebagai perbandingan persepsi masyarakat dan kontributor Numbeo terhadap kondisi keamanan di masing-masing kota.

Numbeo sendiri merupakan platform basis data global yang menyediakan berbagai informasi mengenai kualitas hidup, biaya hidup, tingkat kriminalitas, hingga persepsi keamanan di kota dan negara di berbagai belahan dunia.

Bagaimana Numbeo Menentukan Safety Index?

Numbeo menyusun Safety Index berdasarkan survei yang diisi oleh para pengguna atau kontributor situsnya. Penilaian tersebut tidak hanya mengandalkan data kriminalitas resmi pemerintah, tetapi juga pengalaman dan persepsi masyarakat mengenai keamanan di suatu wilayah.

Sejumlah aspek menjadi bahan penilaian, termasuk pandangan masyarakat terhadap tingkat kejahatan dan perubahan kondisi kriminalitas dalam beberapa tahun terakhir. Rasa aman ketika berjalan sendirian pada siang maupun malam hari juga menjadi bagian dari pertimbangan.

Selain itu, survei mempertimbangkan kekhawatiran masyarakat terhadap berbagai tindak kriminal. Beberapa di antaranya adalah pencurian, perampokan, pencurian kendaraan, kekerasan fisik, hingga pelecehan di ruang publik.

Kejahatan yang Masuk dalam Penilaian

Penilaian Numbeo juga mencakup persepsi terhadap kejahatan yang berkaitan dengan properti dan kekerasan. Pembobolan rumah, pencurian, vandalisme, penyerangan, pembunuhan, serta kejahatan seksual termasuk aspek yang diperhitungkan.

Seluruh jawaban survei kemudian diolah menjadi indeks dengan skala 0 hingga 100. Semakin tinggi nilai Safety Index, semakin tinggi pula tingkat keamanan yang dipersepsikan di sebuah kota.

Sebaliknya, Crime Index memiliki cara pembacaan yang berbeda. Semakin tinggi Crime Index, semakin tinggi pula persepsi masyarakat terhadap tingkat kejahatan di kota tersebut.

Bukan Pengganti Data Kriminal Resmi

Numbeo juga menerapkan penyaringan terhadap data untuk mengurangi masukan yang dianggap spam atau tidak wajar. Data yang digunakan berasal dari survei para kontributor dalam periode hingga lima tahun terakhir dengan mempertimbangkan jumlah kontributor minimum agar data dinilai cukup signifikan.

Meski demikian, Numbeo menegaskan bahwa indeks keamanan tersebut tetap didasarkan pada persepsi dan pengalaman para kontributor. Karena itu, hasilnya sangat mungkin berbeda dengan data kriminalitas resmi yang dihimpun pemerintah atau aparat kepolisian.

Bagi Jakarta, masuknya kota ini ke posisi kesembilan menunjukkan bahwa persepsi keamanan Ibu Kota masih berada dalam jajaran 10 besar Asia Tenggara. Namun, angka tersebut sebaiknya dibaca sebagai hasil survei persepsi, bukan sebagai gambaran mutlak mengenai kondisi kriminalitas di Jakarta.