YouTube Bekali Kreator dengan Fitur "Likeness Detection" untuk Lawan Penyalahgunaan AI

Genvoice.id | 22 Oct 2025

JAKARTA, GENVOICE.ID - YouTube resmi memperkenalkan fitur deteksi kemiripan berbasis kecerdasan buatan (AI) yang dirancang untuk melindungi para kreator dari penyalahgunaan identitas digital. Teknologi baru ini memungkinkan kreator menghapus konten buatan AI yang menampilkan wajah atau suara mirip dengan mereka tanpa izin.

Menurut laporan TechCrunch pada Selasa (21/10), YouTube telah mengirimkan pemberitahuan melalui email kepada para kreator yang tergabung dalam YouTube Partner Program dan memenuhi syarat untuk menggunakan fitur tersebut. Tujuan utamanya adalah membantu kreator mengelola dan melindungi kemiripan diri mereka di platform, baik dalam bentuk wajah maupun suara.

Langkah ini muncul di tengah meningkatnya kasus penyalahgunaan AI, di mana teknologi deepfake kerap dimanfaatkan untuk promosi produk atau penyebaran informasi menyesatkan. Salah satu contoh yang sempat viral adalah penggunaan tiruan suara YouTuber Jeff Geerling oleh perusahaan Elecrow untuk memasarkan produk tanpa persetujuan.

Melalui kanal Creator Insider, YouTube menjelaskan bahwa fitur ini dapat diakses melalui tab baru bernama "Likeness". Kreator hanya perlu menyetujui pemrosesan data, lalu memindai kode QR untuk menuju laman verifikasi identitas menggunakan foto resmi serta rekaman wajah singkat. Setelah verifikasi selesai, mereka dapat melihat daftar video yang menampilkan kemiripan diri dan mengajukan penghapusan konten berdasarkan pedoman privasi YouTube atau melakukan klaim hak cipta.

YouTube juga menegaskan bahwa layanan ini bersifat opsional. Kreator dapat menghentikan pemindaian otomatis kapan saja, dan sistem akan menonaktifkan fitur dalam waktu 24 jam setelah dinonaktifkan.

Fitur deteksi kemiripan ini sebenarnya bukan hal baru. Teknologi serupa pertama kali diuji pada 2024 melalui kolaborasi antara YouTube dan Creative Artists Agency (CAA) untuk membantu selebriti, atlet, dan kreator profesional melacak konten deepfake yang menggunakan wajah atau suara mereka.

Selain itu, pada April lalu, YouTube juga menyatakan dukungannya terhadap NO FAKES Act, rancangan undang-undang di Amerika Serikat yang bertujuan menindak pembuatan replika digital berbasis AI tanpa izin. Dengan hadirnya fitur "Likeness Detection", YouTube berharap dapat menciptakan lingkungan digital yang lebih aman bagi kreator di tengah perkembangan teknologi AI yang kian pesat.