PM Perempuan Pertama Jepang, Sanae Takaichi Ternyata Seorang Drummer Band Heavy Metal!

Genvoice.id | 22 Oct 2025

JAKARTA, Genvoice.id - Jepang melangkah ke babak baru dalam sejarah politiknya. Sanae Takaichi resmi terpilih sebagai perdana menteri perempuan pertama Jepang setelah memenangi pemungutan suara pada Selasa (21/10/2025). Namun, sebelum berkiprah di dunia politik, ada sisi lain dari Takaichi yang ternyata mantan drummer band heavy metal di masa mudanya.

Sanae saat berkuliah di Universitas Kobe, ia bergabung dalam sebuah band heavy metal dan menjadi drummer andalan. Musik menjadi bagian penting dalam kehidupannya sejak muda.

Dalam wawancara lama bersama CBS News, Takaichi mengaku masih memainkan drum hingga kini untuk melepas stres.

"Saya suka musik dengan energi tinggi, seperti hidup saya," ujarnya.

Ia juga mengungkapkan bahwa menjadi penggemar berat band-band seperti Iron Maiden, Black Sabbath dan Deep Purple.

Di rumah dinasnya, ia bahkan masih memiliki satu set drum elektronik yang sesekali ia mainkan di sela kesibukannya sebagai pemimpin pemerintahan.

Selain drum, Takaichi juga dikenal gemar naik motor dan menyelam. Gaya hidupnya yang santai namun berani menjadikannya sosok unik di tengah citra formal para politisi Jepang. Banyak media Jepang menggambarkan Takaichi sebagai kombinasi antara ketegasan politik dan jiwa rock and roll

Meski memiliki latar belakang musik cadas, Takaichi memilih jalur politik setelah lulus kuliah. Ia pertama kali terpilih menjadi anggota parlemen pada 1993 dan bergabung dengan Partai Demokrat Liberal (LDP). Selama kariernya, ia pernah menjabat sebagai Menteri Urusan Dalam Negeri dan Komunikasi, serta Menteri Keamanan Ekonomi.

Gaya kepemimpinannya yang tegas membuatnya dijuluki "Iron Lady Jepang", merujuk pada sosok mantan Perdana Menteri Inggris, Margaret Thatcher, yang juga menjadi idolanya.

Namun, di balik sisi nyentriknya, Takaichi juga menghadapi tantangan besar. Ia harus memulihkan kepercayaan publik terhadap LDP yang menurun dalam beberapa tahun terakhir, serta menangani isu ekonomi dan pertahanan di tengah ketegangan geopolitik kawasan Asia Timur.