Petenis Wu Yibing Bangkit dari Jurang Kekalahan, Tumbangkan Medvedev dan Cetak Sejarah di Tanah Kelahiran

Genvoice.id | 22 Sep 2025

JAKARTA, GENVOICE.ID - Wu Yibing menciptakan kejutan besar di hadapan publik sendiri saat ia bangkit dari ketertinggalan untuk mengalahkan unggulan utama Daniil Medvedev dengan skor dramatis 5-7, 7-6(5), 6-4 di perempat final ATP 250 Hangzhou, China. Kemenangan ini bukan hanya mengantarkannya ke semifinal, tetapi juga menjadi momen kebangkitan pertamanya sejak menjuarai turnamen ATP di Dallas tahun 2023, saat itu, ia menjadi petenis China pertama yang meraih gelar ATP Tour.

Wu, yang berasal dari Hangzhou, sempat tertinggal satu set dan satu break di set kedua sebelum membalikkan keadaan di hadapan penonton tuan rumah yang mendukungnya penuh sepanjang laga berdurasi tiga jam 11 menit tersebut.

"Saya sedikit beruntung di set kedua, tetapi saya memberikan yang terbaik. Jelas penonton mendukung saya seperti di rumah sendiri. Daniil adalah salah satu pemain terkuat di tour, dan saya harus menampilkan permainan terbaik saya untuk tetap bertahan. Saya senang saya bisa menampilkannya hari ini," kata Wu dalam wawancara pascapertandingan.

Meskipun Medvedev mencatatkan 17 ace sepanjang pertandingan, ia melakukan dua kesalahan ganda krusial saat mencoba menutup laga di kedudukan 5-4 pada set kedua. Momen itulah yang menjadi titik balik bagi Wu, yang tampil lebih agresif dan percaya diri sejak saat itu.

Di semifinal, Wu akan berhadapan dengan unggulan ketiga Alexander Bublik, yang melaju usai mengalahkan petenis Ceko Dalibor Svrcina secara meyakinkan 6-1, 6-1. Ini akan menjadi ujian berat lainnya bagi Wu dalam upayanya menuju final ATP kedua dalam kariernya.

Sementara itu, kejutan lain juga terjadi di bagian undian berbeda. Valentin Royer kembali tampil mengesankan setelah sebelumnya menyingkirkan unggulan teratas Andrey Rublev. Petenis Prancis berusia 24 tahun itu mengalahkan Learner Tien 7-6(0), 4-6, 6-2 dalam laga berdurasi dua jam 38 menit untuk mencapai semifinal ATP Tour pertamanya.

Tertinggal satu break di set kedua dan ketiga, Royer menemukan momentum tepat di saat dibutuhkan dan mengonversi ketiga break point yang dimilikinya untuk mengamankan kemenangan. Ia juga mempersembahkan ucapan terima kasih kepada penonton dalam bahasa Mandarin, menciptakan hubungan emosional dengan publik Hangzhou.

"Penonton mendukung saya. Kalian menyukai saya, saya menyukai kalian, kita punya koneksi. Saya tidak tahu bagaimana saya bisa menang, saya sangat senang," ucap Royer dengan antusias.

Perjalanan Royer menjadi lebih istimewa karena sebelum turnamen ini, ia belum pernah meraih kemenangan beruntun di level tur. Dengan performa impresif di Hangzhou, ia melonjak ke peringkat 83 dunia, posisi tertingginya sejauh ini dalam ATP Live Rankings.

Di babak semifinal, Royer akan bertemu rekan senegaranya Corentin Moutet, yang melaju setelah lawannya, Tomas Martin Etcheverry, mundur karena cedera. Moutet sempat tertinggal satu set namun memimpin 3-0 di set kedua sebelum Etcheverry menyatakan tidak bisa melanjutkan pertandingan.

Ini menjadi semifinal ketiga bagi Moutet musim ini, sekaligus mengantarkannya naik ke peringkat 37 dunia peringkat tertinggi sepanjang kariernya.

Turnamen ATP 250 Hangzhou kini menyisakan empat nama yang belum pernah bertemu di satu turnamen besar, dengan peluang terbuka bagi kejutan-kejutan lanjutan. Dukungan tuan rumah dan momen pribadi tampaknya menjadi kekuatan tersendiri bagi Wu Yibing dalam perjuangannya mengejar gelar kedua dalam kariernya di tanah kelahiran sendiri.