Makin Disegani, Militer Indonesia Kini Peringkat 13 Terkuat di Dunia
JAKARTA, Genvoice.id - Kondisi militer Indonesia mendapat sorotan global setelah Global Firepower (GFP) 2025 menempatkan negara ini sebagai urutan ke-13 dari 145 negara dalam hal kekuatan militer. Rank tersebut menunjukkan bahwa kekuatan pertahanan dan kapasitas militer Indonesia makin diperhitungkan di kancah dunia.
Menurut GFP, skor PowerIndex Indonesia berada di 0,2557. Semakin kecil skor, semakin kuat posisi militer sebuah negara. Dengan hasil itu, Indonesia melampaui banyak negara lain yang secara ekonomi lebih besar, namun tidak memiliki daya militer seimbang.
Di kawasan ASEAN, Indonesia kini berada di puncak, meninggalkan negara tetangga seperti Vietnam, Thailand, maupun Malaysia. Di tingkat Asia, posisi Indonesia menempatkannya di papan atas, bersanding dengan negara besar seperti India, Jepang, dan Korea Selatan.
Sebagai negara kepulauan terbesar di dunia, Indonesia punya tantangan geografis sekaligus keunggulan strategis. GFP menilai armada laut Indonesia sebagai salah satu faktor penting. Kapal patroli, kapal perang kecil, dan kekuatan menjaga perairan menjadi modal utama untuk mengamankan garis pantai yang membentang lebih dari 80 ribu kilometer.
Di sisi lain, jumlah personel TNI yang besar membuat Indonesia unggul dalam kategori manpower. Dengan ratusan ribu prajurit aktif serta cadangan yang siap digerakkan, kekuatan ini menjadi pondasi penting bagi ketahanan nasional.
Tak hanya itu, letak geografis Indonesia yang berada di jalur strategis Indo-Pasifik memberi nilai tambah. Dalam kacamata militer dunia, Indonesia menempati posisi krusial di antara Samudra Hindia dan Pasifik, membuat perannya dalam keamanan kawasan semakin diperhitungkan.
Peringkat ke-13 ini menjadi simbol bahwa Indonesia semakin diperhitungkan, namun bukan alasan untuk berpuas diri. Di satu sisi, prestasi ini membangkitkan kebanggaan publik. Di sisi lain, menjadi pengingat bahwa keamanan nasional harus terus dijaga dengan reformasi, modernisasi, dan peningkatan profesionalisme prajurit.
Sejumlah pengamat menilai, pencapaian ini bisa memperkuat posisi diplomasi Indonesia di forum internasional, terutama dalam kerja sama pertahanan regional. Negara dengan kekuatan militer besar cenderung dianggap sebagai mitra strategis dalam menjaga stabilitas kawasan.