Kenapa Es Batu Mengapung di Air? Ini Penjelasannya!

Genvoice.id | 22 Aug 2026

JAKARTA, GENVOICE.ID - Hampir semua orang pernah melihat es batu mengapung di dalam gelas. Sekilas hal tersebut terlihat biasa saja. Namun, kalau dipikir-pikir, seharusnya benda padat tenggelam karena memiliki bentuk yang lebih rapat dibandingkan cairannya.

Menariknya, air justru memiliki sifat yang cukup unik. Ketika membeku menjadi es, volumenya bertambah dan kepadatannya menjadi lebih rendah.

Air Berubah Saat Membeku

Sebagian besar zat menjadi lebih rapat ketika berubah dari cair menjadi padat.

Air berbeda.

Ketika suhu air turun dan mulai membentuk es, molekul-molekul air menyusun diri dalam struktur tertentu yang membuat jarak antar molekul menjadi lebih renggang.

Akibatnya, es membutuhkan ruang yang lebih besar dibandingkan air dalam bentuk cair dengan massa yang sama.

Kepadatan Es Lebih Rendah

Karena volumenya bertambah sementara massanya tetap, kepadatan es menjadi lebih rendah dibandingkan air cair.

Benda yang memiliki kepadatan lebih rendah daripada cairan di sekitarnya cenderung mengapung.

Itulah alasan es batu tidak langsung tenggelam ketika dimasukkan ke dalam air.

Mengapa Air Tidak Mengikuti Aturan yang Sama?

Sifat unik ini berasal dari cara molekul air berinteraksi satu sama lain.

Ketika menjadi padat, molekul air membentuk susunan yang lebih terbuka dibandingkan susunan molekul dalam air cair.

Struktur tersebut menciptakan lebih banyak ruang kosong di antara molekul.

Hasilnya, es menjadi lebih ringan jika dibandingkan berdasarkan volume yang sama.

Sebagian Es Berada di Bawah Air

Kalau melihat es batu mengapung, biasanya hanya sebagian permukaannya yang berada di atas air.

Sebagian besar volumenya tetap berada di bawah permukaan.

Hal ini terjadi karena es harus memindahkan sejumlah air yang beratnya setara dengan berat es tersebut.

Prinsip ini disebut gaya apung.

Fenomena Ini Sangat Penting di Alam

Sifat es yang mengapung ternyata memiliki dampak besar pada lingkungan.

Ketika permukaan danau atau perairan dingin membeku, es dapat membentuk lapisan di bagian atas.

Lapisan tersebut kemudian membantu menghambat perpindahan panas dari air di bawahnya ke udara yang lebih dingin.

Akibatnya, air di bawah lapisan es tidak selalu langsung membeku seluruhnya.

Kalau Es Tenggelam, Dampaknya Bisa Besar

Jika es memiliki kepadatan lebih tinggi daripada air dan selalu tenggelam, es akan terus turun ke bagian bawah perairan ketika terbentuk.

Dalam kondisi tertentu, hal tersebut dapat menyebabkan lebih banyak bagian perairan membeku.

Karena es justru mengapung, permukaan perairan dapat membentuk lapisan es yang membantu menjaga kondisi di bawahnya tetap lebih terlindungi.

Es Batu Mengapung Bukan Kebetulan

Es terlihat sederhana, tetapi perilakunya menunjukkan salah satu sifat unik air.

Air justru menjadi lebih renggang ketika membeku, sehingga es memiliki kepadatan lebih rendah dan dapat mengapung di atas air cair.

Jadi, ketika kamu memasukkan es batu ke dalam minuman, sebenarnya kamu sedang melihat fenomena fisika yang sangat penting.

Dan tanpa sifat unik tersebut, kondisi berbagai ekosistem perairan di bumi bisa menjadi sangat berbeda.