Manchester United Paling Gampang Bobol dari Sepak Pojok, Statistiknya Bikin Geleng-Geleng!
JAKARTA, GENVOICE.ID - Manchester United lagi-lagi jadi bahan pembicaraan panas, bukan karena gol indah atau kemenangan dramatis, tapi gara-gara kelemahan mereka yang bikin frustrasi: gampang banget kebobolan dari situasi sepak pojok. Buat klub sekelas MU, catatan ini jelas bikin fans gelisah sekaligus kesal, apalagi data menunjukkan mereka jadi tim dengan rekor terburuk di Premier League soal mengantisipasi corner kick.
Sejak musim 2023/2024 bergulir, Setan Merah tercatat sudah 23 kali kebobolan dari sepak pojok-angka tertinggi dibanding tim lain di liga. Nottingham Forest "cuma" 20 kali, Tottenham dan Wolves 19 kali, sementara West Ham ada di angka 17. Kalau diperluas ke lima liga top Eropa, pertahanan MU dari bola mati ini jadi salah satu yang paling rapuh. Situasi makin bikin kaget karena kalau ditotal dari semua set-piece (termasuk penalti dan free kick), mereka sudah kebobolan 40 kali.
Contoh Kasus yang Bikin Malu MU
Kelemahan ini bukan cuma teori, Gen. Di laga uji coba lawan Fiorentina, misalnya, Simon Sohm bisa mencetak gol mudah dari corner yang dibiarkan jatuh tanpa penjagaan ketat. Bahkan ada dua pemain lawan yang benar-benar bebas tanpa marking.
Hal yang sama kebawa ke pertandingan resmi Premier League. Saat melawan Arsenal di Old Trafford, gol Riccardo Calafiori datang dari skema sepak pojok yang sederhana. Gabriel cukup mengganggu kiper Altay Bayindir, bola jatuh ke Calafiori, dan gol pun tercipta. Fans MU jelas kecewa karena ini bukan kejadian baru, melainkan pola yang berulang.
Tekanan ke Pelatih Ruben Amorim
Situasi ini bikin pelatih Ruben Amorim harus memutar otak. Ia bahkan sempat meminta wasit memberi perlindungan ekstra untuk Bayindir dalam duel udara. "Jika memang itulah aturan yang berlaku, maka United harus melakukan penyesuaian strategi," kata Amorim pasrah. Solusi yang lagi dipertimbangkan adalah melindungi kiper dengan marking ekstra, meskipun itu berarti lebih banyak kontak fisik di kotak penalti.
Sementara itu, staf pelatih khusus bola mati seperti Carlos Fernandes juga kena sorotan. Mereka dituntut bisa kasih solusi cepat, karena masalah ini sudah jadi penyakit lama. Dengan jadwal berat di depan mata, MU nggak boleh terus-terusan lengah dari skema sederhana macam sepak pojok.
Fans Jadi Waswas
Buat fans, kebobolan dari corner udah kayak "deja vu" yang membosankan. Padahal ekspektasi terhadap MU selalu tinggi setiap musim. Kalau masalah ini nggak segera diberesin, bukan cuma poin yang hilang, tapi juga kepercayaan diri tim bisa makin jatuh. Apalagi akhir pekan nanti mereka sudah ditunggu Fulham, dan publik bakal mengawasi apakah lini belakang MU masih gampang ditembus dari sepak pojok atau akhirnya bisa belajar.