Sudaryono Jadi Kepala BGN, Ternyata Ini Alasan Prabowo Memilihnya
JAKARTA, GENVOICE.ID - Presiden Prabowo Subianto resmi menunjuk Sudaryono sebagai Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) menggantikan Nanik Sudaryati Deyang yang mengundurkan diri dari jabatannya. Sebelumnya, Sudaryono diketahui menjabat sebagai Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) dan kini mendapat amanah untuk memimpin salah satu program prioritas pemerintah, yakni Makan Bergizi Gratis (MBG).
Penunjukan tersebut bukan tanpa alasan. Pemerintah menyebut keputusan Presiden Prabowo didasarkan pada sejumlah pertimbangan strategis, terutama karena Badan Gizi Nasional memiliki peran penting dalam memastikan keberhasilan pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis di seluruh Indonesia.
Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menjelaskan bahwa pengalaman dan keterlibatan Sudaryono sejak awal penyusunan program menjadi salah satu faktor utama yang membuatnya dipercaya memimpin BGN.
1. BGN Dinilai Tak Boleh Kosong dari Kepemimpinan
Menurut Prasetyo Hadi, Badan Gizi Nasional merupakan lembaga yang memegang peranan penting dalam menjalankan program Makan Bergizi Gratis.
Karena itu, pemerintah menilai posisi Kepala BGN tidak boleh terlalu lama kosong agar seluruh proses pelaksanaan program tetap berjalan sesuai target dan tidak mengganggu pelayanan kepada masyarakat.
2. Sudaryono Terlibat Sejak Awal Penyusunan Program MBG
Alasan berikutnya adalah keterlibatan langsung Sudaryono dalam proses lahirnya program Makan Bergizi Gratis.
Prasetyo mengungkapkan bahwa Sudaryono sejak awal ikut berdiskusi bersama tim pemerintah untuk menyusun konsep, merancang kebijakan, hingga mempersiapkan teknis pelaksanaan program tersebut.
"Selama ini beliau sejak awal mengikuti konsep dari dilahirkannya program Makan Bergizi Gratis. Beliau juga sejak awal mengikuti dan bersama-sama dengan kami semua berdiskusi, menggagas, dan mengonsep bagaimana teknis pelaksanaan makan bergizi gratis ini," ujar Prasetyo Hadi di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (22/7/2026).
Pengalaman tersebut dinilai membuat Sudaryono memahami arah kebijakan sekaligus tantangan dalam menjalankan program nasional tersebut.
3. Pengalaman di Kementerian Pertanian Jadi Nilai Tambah
Selain memahami konsep program MBG, posisi Sudaryono sebagai Wakil Menteri Pertanian juga dianggap sangat relevan dengan tugas barunya.
Kementerian Pertanian selama ini memiliki peran besar dalam menjaga pasokan bahan pangan yang menjadi bahan baku penyediaan makanan bergizi bagi para penerima manfaat program.
Dengan pengalaman tersebut, Sudaryono dinilai memiliki pemahaman mengenai rantai pasok pangan, mulai dari produksi hingga distribusi, sehingga diharapkan mampu memperkuat ekosistem pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis.
Diharapkan Program MBG Berjalan Lebih Optimal
Pemerintah berharap kepemimpinan baru di Badan Gizi Nasional dapat mempercepat implementasi program Makan Bergizi Gratis yang menjadi salah satu program unggulan Presiden Prabowo.
Sinergi antara Badan Gizi Nasional dan Kementerian Pertanian juga diharapkan semakin kuat sehingga kebutuhan bahan pangan, distribusi, hingga kualitas makanan yang diberikan kepada penerima manfaat dapat terus terjaga.
Alasan Prabowo Memilih Sudaryono sebagai Kepala BGN
Berikut sejumlah pertimbangan pemerintah dalam menunjuk Sudaryono sebagai Kepala Badan Gizi Nasional:
- Menjaga agar kepemimpinan Badan Gizi Nasional tidak mengalami kekosongan.
- Terlibat sejak awal dalam penyusunan konsep dan teknis program Makan Bergizi Gratis.
- Memiliki pengalaman sebagai Wakil Menteri Pertanian yang berkaitan langsung dengan penyediaan bahan pangan.
- Dinilai memahami ekosistem pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis dari hulu hingga hilir.
- Diharapkan mampu memastikan program prioritas pemerintah berjalan lebih efektif dan berkelanjutan.