Sedih, Sudah Dua Tahun Roboh SD 09 Kebayoran Lama Baru Dijanjikan Mau Diperbaiki
JAKARTA, GENVOICE - Sebuah kenyataan patih dialami oleh Sekolah Dasar (SD) 09 Kebayoran Lama, Jakarta Selatan. Setelah roboh lebih dari dua tahun tempat belajar anak-anak baru dijanjikan untuk diperbaiki oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jakarta.
Gubernur Jakarta, Pramono Anung mengatakan segera menangani SDN Kebayoran Lama Selatan 09 Pagi, Jakarta Selatan, yang telah roboh selama dua tahun atau sejak 2024.
"Tentunya segera kami tangani. Kami terus terang baru tahu ketika ini viral. Jakarta begitu luas. Kalau yang viral-viral pasti saya kasih atensi khusus untuk segera diselesaikan," katanya.
Empat kelas dan satu ruangan Unit Kesehatan Se kolah (UKS) SDN Kebayoran Lama Selatan 09 Pagi, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan di Jalan KH Ismail telah roboh tahun 2024 lalu. Berdasarkan pantauan di lokasi, gerbang masuk sekolah digembok. Harus dibukakan seorang satpam untuk bisa masuk. Suasana sekolah lengang, tak ada aktivitas guru bersama siswa.
Padahal sekolah itu terdapat di dalam kawasan permukiman warga. Terlihat robohan bangunan di sebelah kanan sekolah mulai dari atap genteng dan tiang penyangga berjatuhan menimpa per alatan sekolah seperti lemari, meja dan bangku. Kondisi ruangan sudah tidak layak dan berbahaya jika melaksanakan aktivitas belajar mengajar.
Menurut orang tua siswa, SDN Kebayoran Lama Selatan 09 Pagi, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, roboh saat Pilkada Jakarta pada tanggal 27 November 2024.
"Awal kejadian pas libur Pilkada. Jadi nggak ada yang tahu. Penjaga sekolah pun nggak tahu. War- ga sekitar aja yang tahu," jelas salah satu orang tua siswa, Evi Afrida.
Tak ada angin atau hujan tiba-tiba roboh. Itu terjadi pagi hari sekitar pukul 06.30 WIB. Memang sore sebelum kejadian, turun hujan deras, paginya Gedung SD roboh.
Dalam kejadian tersebut tak ada korban (jiwa). Namun, orang tua tentu merasa resah, gedung membahayakan banyak orang. Sejak itu, orang tua terus minta kejelasan kepada pihak sekolah, namun belum ada kepastian hingga kini.