Piala Dunia 2026 Jadi Ladang Cuan FIFA, Kantongi Rp269 Triliun

Genvoice.id | 22 Jul 2026

JAKARTA, GENVOICE.ID - Piala Dunia 2026 tak hanya menghadirkan persaingan sengit di atas lapangan, tetapi juga menjadi ajang yang sangat menguntungkan bagi FIFA. Organisasi sepak bola dunia itu dikabarkan berhasil membukukan pendapatan sekitar 15 miliar dolar AS atau setara Rp269 triliun, menjadikannya rekor tertinggi sepanjang sejarah penyelenggaraan Piala Dunia.

Pencapaian tersebut bahkan melampaui target awal yang dipasang FIFA sebelum turnamen dimulai. Sebelumnya, badan sepak bola dunia itu menargetkan pemasukan sekitar 11 miliar dolar AS, namun hasil akhirnya jauh melebihi ekspektasi.

Besarnya pendapatan ini sekaligus menegaskan bahwa Piala Dunia 2026 menjadi salah satu turnamen paling sukses, tidak hanya dari sisi olahraga tetapi juga bisnis dan komersial.

Naik Hampir Dua Kali Lipat Dibanding Piala Dunia 2022

Jika dibandingkan dengan Piala Dunia 2022 di Qatar, lonjakan pendapatan FIFA terlihat sangat signifikan.

Pada edisi sebelumnya, FIFA memperoleh pemasukan sekitar 7,5 miliar dolar AS atau sekitar Rp134 triliun. Artinya, pendapatan pada Piala Dunia 2026 meningkat hampir dua kali lipat dan menjadi yang terbesar dalam sejarah turnamen empat tahunan tersebut.

Format 48 Tim Jadi Salah Satu Kunci Kesuksesan

Salah satu faktor utama yang mendorong kenaikan pendapatan adalah perubahan format kompetisi.

Untuk pertama kalinya, Piala Dunia diikuti oleh 48 negara peserta, meningkat dari 32 tim pada edisi 2022. Bertambahnya jumlah pertandingan membuat peluang penjualan tiket, hak siar, sponsor, hingga aktivitas komersial lainnya ikut meningkat secara signifikan.

Dengan lebih banyak negara yang berpartisipasi, antusiasme suporter dari berbagai belahan dunia juga ikut melonjak sehingga berdampak langsung terhadap pendapatan FIFA.

Harga Tiket dan Pasar Sekunder Ikut Dongkrak Pendapatan

Selain bertambahnya jumlah pertandingan, tingginya harga tiket juga menjadi penyumbang besar bagi pemasukan FIFA.

Penjualan tiket melalui pasar sekunder disebut memberikan kontribusi yang cukup besar. FIFA memperoleh komisi sebesar 15 persen dari pembeli dan 15 persen dari penjual pada transaksi di pasar tersebut, sehingga pendapatan organisasi terus bertambah selama turnamen berlangsung.

Permintaan yang tinggi terhadap tiket laga-laga penting membuat harga jual di pasar sekunder meningkat tajam, terutama untuk pertandingan fase gugur hingga final.

Asosiasi Sepak Bola Berpotensi Ikut Merasakan Dampaknya

Pendapatan fantastis yang diperoleh FIFA diperkirakan juga akan memberikan manfaat bagi berbagai asosiasi sepak bola di seluruh dunia.

Meski mekanisme pembagian dana masih belum diumumkan secara resmi, keuntungan yang jauh melampaui target membuka peluang adanya peningkatan dukungan finansial bagi federasi-federasi anggota FIFA untuk pengembangan sepak bola di masing-masing negara.

Amerika Serikat Berpeluang Kembali Jadi Tuan Rumah

Kesuksesan penyelenggaraan Piala Dunia 2026 juga memperkuat peluang Amerika Serikat menjadi tuan rumah Piala Dunia pada masa mendatang.

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, bahkan menyatakan keinginannya agar negaranya kembali dipercaya menjadi tuan rumah tunggal pada edisi 2038, tanpa berbagi penyelenggaraan dengan negara lain.

"Anda harus memilih Amerika Serikat lagi. Kali ini kami akan mengesampingkan Kanada dan Meksiko," ujar Trump seperti dikutip dari The Guardian.

FIFA Pertimbangkan Piala Dunia 64 Tim

Setelah sukses dengan format 48 peserta, FIFA kini dikabarkan tengah mengkaji kemungkinan menambah jumlah peserta menjadi 64 tim pada Piala Dunia 2030.

Selain memperluas kesempatan negara-negara untuk tampil di panggung dunia, penambahan peserta dinilai berpotensi meningkatkan jumlah pertandingan, memperbesar nilai komersial, dan menghasilkan pendapatan yang lebih tinggi dibanding Piala Dunia 2026.

Fakta Pendapatan FIFA dari Piala Dunia 2026

  • Pendapatan diproyeksikan mencapai 15 miliar dolar AS (sekitar Rp269 triliun).
  • Melebihi target awal FIFA sebesar 11 miliar dolar AS.
  • Hampir dua kali lipat dibanding pendapatan Piala Dunia 2022 yang mencapai 7,5 miliar dolar AS.
  • Format baru dengan 48 negara peserta menjadi salah satu faktor utama kenaikan pemasukan.
  • Penjualan tiket, hak siar, sponsor, dan pasar sekunder menjadi sumber pendapatan terbesar.
  • FIFA mulai mempertimbangkan format 64 tim untuk Piala Dunia 2030.