Tyler, The Creator Rilis Album Dance Eksperimental 'Don't Tap the Glass'

Genvoice.id | 22 Jul 2025

JAKARTA, GENVOICE.ID - Tyler, The Creator kembali membuat gebrakan lewat album barunya yang berjudul Don't Tap the Glass, karya penuh energi dan ritme dansa yang berbeda dari rilisan sebelumnya. Album ini menjadi lanjutan dari Chromakopia yang rilis tahun lalu dan sepenuhnya digarap secara solo, meskipun sebelumnya sempat beredar rumor kolaborasi dengan Kendrick Lamar dan Earl Sweatshirt.

Spekulasi bahwa ini merupakan album konsep juga langsung ditepis oleh Tyler lewat pernyataan di media sosial: "Y'all better get them expectations and hopes down this ain't no concept nothing." Ia ingin para pendengar fokus pada satu hal: bergerak mengikuti irama.

Lagu pembuka "Big Poe" langsung mengatur suasana lewat sampel dari lagu klasik "Pass the Courvoisier, Part II" milik Busta Rhymes, Sean Combs, dan Pharrell Williams. Seperti yang dinarasikan di intro, album ini memang dibuat untuk "body movement."

Pengumuman resmi album dilakukan dengan cara unik: sebuah instalasi seni di konsernya di Barclays Center, New York, pada 18 Juli lalu. Dalam instalasi itu, tampak sebuah figur manusia berada di dalam kotak transparan bertuliskan "Don't Tap the Glass". Penonton pun diarahkan ke situs web resmi: donttaptheglass.com.

Berbeda dengan Chromakopia yang penuh bintang tamu seperti Doechii, Childish Gambino, GloRilla, dan Lil Wayne, kali ini Tyler memilih untuk tampil sendiri dalam seluruh trek di album.

Tyler juga baru saja menyelesaikan tur Eropa, termasuk konser megah di The O2, London. Pertunjukannya menampilkan visual spektakuler seperti kembang api, lampu-lampu neon, serta dua panggung besar yang dihubungkan catwalk. Ia bahkan sempat tampil menggunakan topeng sebelum melepasnya dan melanjutkan pertunjukan dengan latar rumah penuh perabotan-seolah mengajak penonton masuk ke dunianya sendiri.

Di tengah konser tersebut, Tyler menyempatkan diri menyampaikan hal menyentuh kepada fans Inggris. Ia mengenang masa saat dirinya dilarang masuk ke Inggris akibat lirik kontroversial di album debut Bastard (2009) dan Goblin (2011). Larangan itu berlaku sejak 2015 dan sempat membuatnya batal tampil di festival besar seperti Reading dan Leeds.

"Saya sempat dilarang masuk ke negara kalian selama lima tahun. Jadi rasanya luar biasa bisa tampil di sini dan melihat kalian tetap menghargai karya saya," ujarnya dari atas panggung.

Dengan Don't Tap the Glass, Tyler tidak hanya menegaskan posisinya sebagai salah satu artis paling inovatif di dunia hip-hop, tapi juga terus mendorong batas-batas kreativitas dengan penuh keberanian.