Tarif Listrik Rumah Tangga Tak Naik di Juli 2025, Ibu-Ibu Bisa Tarik Napas Lega

Genvoice.id | 22 Jul 2025

JAKARTA, GENVOICE.ID - Kabar menggembirakan datang untuk para pengelola keuangan rumah tangga. Periode Juli hingga September 2025, tarif listrik untuk pelanggan rumah tangga dipastikan tidak mengalami kenaikan. Ini tentu menjadi angin segar di tengah kekhawatiran rutin tentang penyesuaian tarif yang biasanya terjadi setiap tiga bulan.

Penyesuaian tarif listrik memang merupakan kebijakan reguler berdasarkan sejumlah faktor ekonomi, seperti inflasi, kurs rupiah terhadap dolar AS, hingga harga minyak mentah dan batu bara. Hal ini sesuai dengan Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Nomor 7 Tahun 2024, yang mengatur evaluasi tarif dilakukan tiap triwulan.

Namun, berdasarkan informasi terbaru dari situs resmi Kementerian ESDM, pemerintah memutuskan untuk menahan perubahan tarif listrik hingga setidaknya akhir kuartal ketiga tahun ini. Itu artinya, pelanggan rumah tangga masih akan membayar dengan tarif yang sama seperti yang berlaku sejak Februari hingga April 2025 lalu.

Berikut adalah daftar tarif listrik rumah tangga yang berlaku saat ini:

  • R-1/TR daya 900 VA (RTM): Rp 1.352 per kWh

  • R-1/TR daya 1.300 VA dan 2.200 VA: Rp 1.444,70 per kWh

  • R-2/TR daya 3.500 VA-5.500 VA: Rp 1.699,53 per kWh

  • R-3/TR daya di atas 6.600 VA: Rp 1.699,53 per kWh

Stabilnya tarif ini tentunya memberi ruang bernapas bagi banyak keluarga, terutama para ibu rumah tangga yang setiap hari berjibaku mengatur anggaran belanja. Kenaikan harga kebutuhan pokok dalam beberapa bulan terakhir membuat pengeluaran semakin ketat. Tidak adanya kenaikan tarif listrik kali ini memungkinkan mereka untuk menjaga keseimbangan anggaran rumah tangga tanpa harus memotong alokasi penting lainnya.

Di sisi lain, kebijakan ini juga menunjukkan upaya pemerintah untuk menjaga daya beli masyarakat di tengah fluktuasi ekonomi global. Meski tantangan harga energi di pasar dunia terus berubah, menjaga tarif listrik tetap stabil adalah langkah strategis yang dinilai membantu kelompok masyarakat luas.

Dengan keputusan ini, masyarakat diharapkan bisa lebih tenang dalam mengelola kebutuhan energi di rumah. Sambil tetap bijak dalam menggunakan listrik, tentu saja.