Viral Video Danrem dan Marshal Cekcok di Jogja Marathon, Korem Sebut Hanya Salah Paham
JAKARTA, GENVOICE.ID - Sebuah video yang memperlihatkan insiden antara Danrem 072/Pamungkas Brigjen TNI Yuniar Dwi Hantono dan seorang marshal dalam ajang lari di Yogyakarta menjadi sorotan di media sosial. Rekaman berdurasi sekitar 25 detik itu memperlihatkan momen ketika seorang pria yang disebut sebagai ajudan Danrem diminta keluar dari lintasan karena tidak mengenakan nomor peserta atau BIB.
Dalam video yang beredar, marshal terlihat menghentikan pria tersebut dan mengarahkannya keluar dari trek lari sesuai prosedur penyelenggara. Tak lama kemudian, Brigjen TNI Yuniar Dwi Hantono yang sedang berlari mendekat dan menarik kembali ajudannya agar tetap berada di lintasan.
Situasi itu sempat memicu aksi tarik-menarik antara marshal dan Danrem. Video kejadian tersebut kemudian menyebar luas di berbagai platform media sosial dan memunculkan beragam tanggapan dari warganet.
Salah satu unggahan yang ramai diperbincangkan menyebut petugas lapangan telah menjalankan tugasnya dengan baik karena menegakkan aturan terkait kepemilikan nomor peserta selama perlombaan berlangsung.
Menanggapi viralnya video tersebut, Kepala Penerangan Korem 072/Pamungkas Mayor Infanteri Suwito membenarkan adanya peristiwa tersebut. Namun, ia menegaskan bahwa persoalan tersebut telah diselesaikan secara kekeluargaan.
Menurut Suwito, Brigjen TNI Yuniar Dwi Hantono bersama istri, seorang anak, dan seorang ajudan mengikuti ajang lari tersebut sebagai peserta resmi. Keempatnya disebut telah terdaftar dan memiliki tiket peserta.
Pihak Korem menjelaskan bahwa ajudan yang mendampingi Danrem sebenarnya juga menggunakan nomor BIB sejak awal kegiatan. Namun, nomor peserta tersebut diduga terlepas saat berada di lintasan yang padat sehingga memunculkan kesalahpahaman ketika dilakukan pemeriksaan oleh petugas.
Setelah kejadian tersebut, pihak penyelenggara, event organizer, dan Danrem disebut telah melakukan komunikasi dan klarifikasi secara langsung. Semua pihak memahami bahwa insiden tersebut merupakan persoalan teknis di lapangan.
Korem 072/Pamungkas juga menyampaikan apresiasi kepada panitia dan petugas yang menjalankan tugas sesuai prosedur demi menjaga ketertiban selama perlombaan berlangsung. Di sisi lain, pihaknya turut mengapresiasi langkah cepat penyelenggara dalam melakukan klarifikasi.
Menurut Suwito, hubungan antara Korem 072/Pamungkas dengan pihak penyelenggara tetap berjalan baik. Ia berharap masyarakat dapat melihat kejadian tersebut secara proporsional dan tidak mengaitkannya dengan hal-hal lain yang tidak sesuai dengan fakta.
Insiden ini menjadi perhatian publik karena menyoroti pentingnya penerapan aturan dalam ajang olahraga massal. Nomor BIB merupakan identitas resmi peserta yang digunakan untuk kepentingan keamanan, pencatatan waktu, serta pengawasan selama perlombaan berlangsung.