Sisi Lain Jakarta Fair yang Jarang Disorot: Ternyata Ada Aksi Kemanusiaan!
JAKARTA, GENVOICE.ID - Jakarta Fair Kemayoran 2026 bukan hanya soal belanja, kuliner, atau konser musik yang meriah.
Di balik ramainya pengunjung yang memadati JIEXPO sejak hari pertama, ada sisi lain yang sering luput dari perhatian. Di tengah euforia hiburan, ternyata ada ruang bagi siapa saja yang ingin berbagi kebaikan dengan cara yang sederhana, tetapi berdampak besar.
Sejak dibuka pada 11 Juni 2026, antusias masyarakat terus meningkat, terutama di pekan pertama penyelenggaraan. Ribuan orang datang untuk menikmati berbagai promo dan hiburan yang ditawarkan. Namun, di antara keramaian itu, sebagian pengunjung memilih melakukan sesuatu yang berbeda, yaitu ikut dalam kegiatan donor darah yang menjadi bagian dari program tanggung jawab sosial Jakarta Fair.
Program donor darah ini bukan hal baru. Kegiatan ini sudah menjadi agenda rutin yang bekerja sama dengan Palang Merah Indonesia dan selalu dinantikan setiap tahunnya. Kehadirannya menjadi bukti bahwa Jakarta Fair tidak hanya fokus pada hiburan, tetapi juga ingin memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.
Menariknya, respons pengunjung terhadap kegiatan ini tergolong tinggi. Bahkan menurut perwakilan dokter dari PMI, jumlah pendonor bisa mencapai puluhan orang dalam satu hari, terutama saat mendekati akhir pekan. Hal ini menunjukkan bahwa di tengah kesibukan berbelanja dan menikmati acara, masih banyak orang yang menyempatkan diri untuk berbagi dengan sesama.
Selain membantu orang lain, donor darah juga memberikan manfaat bagi kesehatan pendonornya sendiri. Proses ini dapat merangsang tubuh untuk memproduksi sel darah baru, sehingga membantu menjaga sirkulasi darah tetap baik. Tidak heran jika banyak orang yang rutin mendonorkan darahnya karena merasa tubuh mereka justru menjadi lebih sehat setelahnya.
Salah satu pengunjung, Budi Sumarsono, bahkan mengaku sudah lebih dari 20 kali mengikuti donor darah, termasuk saat Jakarta Fair berlangsung. Baginya, kegiatan ini bukan hanya soal membantu orang lain, tetapi juga menjadi cara untuk menjaga kesehatan diri sendiri. Ia percaya bahwa berbagi tidak pernah membawa kerugian.
Bagi yang tertarik untuk ikut, prosesnya cukup sederhana. Pengunjung hanya perlu datang ke Hall B1 di area Jakarta Fair, kemudian mengisi formulir terkait data diri dan riwayat kesehatan. Selain itu, perlu menyiapkan identitas seperti KTP atau SIM sebagai syarat administrasi.
Namun, ada beberapa syarat yang harus dipenuhi sebelum melakukan donor darah. Calon pendonor harus berusia minimal 17 tahun dengan berat badan setidaknya 45 kilogram. Kondisi kesehatan juga harus baik, seperti tekanan darah normal, kadar hemoglobin yang mencukupi, serta tidak sedang dalam kondisi tertentu seperti hamil, menyusui, atau mengonsumsi obat-obatan tertentu. Selain itu, calon pendonor disarankan cukup tidur dan sudah makan sebelum melakukan donor.
Kegiatan donor darah ini berlangsung setiap hari kerja, mulai pukul 16.00 hingga 18.00 WIB. Waktu tersebut dipilih agar tidak mengganggu aktivitas utama pengunjung, sehingga siapa pun tetap bisa menikmati Jakarta Fair sekaligus ikut berkontribusi dalam aksi sosial ini.
Menariknya, semua kegiatan ini bisa diikuti tanpa harus khawatir soal harga tiket. Biaya masuk Jakarta Fair 2026 masih sama seperti tahun sebelumnya, yaitu Rp40.000 untuk hari Senin, Rp50.000 untuk Selasa hingga Jumat, dan Rp60.000 saat akhir pekan atau hari libur nasional.
Dengan segala keseruannya, Jakarta Fair Kemayoran 2026 tidak hanya menjadi tempat hiburan, tetapi juga ruang untuk melakukan hal yang lebih bermakna. Di tengah gemerlap acara dan ramainya pengunjung, ada kesempatan untuk berbagi, membantu, dan mungkin menyelamatkan nyawa orang lain. Sebuah pengalaman yang membuat kunjungan ke Jakarta Fair terasa jauh lebih berarti.