Heboh Petugas Cegat Ajudan Tanpa BIB, Ini Sosok Jenderal Danrem Yogyakarta yang Dikawal
JAKARTA, GENVOICE.ID -Sebuah rekaman video yang memperlihatkan ketegangan di lintasan lari Mandiri Jogja Marathon baru-baru ini mendadak viral dan menjadi buah bibir netizen di berbagai platform media sosial.
Video viral tersebut menyoroti aksi tegas seorang petugas lintasan (marshal) yang berani mencegat seorang pria tanpa nomor dada resmi (BIB) yang diduga kuat merupakan seorang pengawal atau ajudan.
Insiden di kawasan Candi Prambanan ini langsung menarik perhatian publik pada sosok pelari undangan yang dikawalnya, yang tidak lain adalah Brigjen TNI Yuniar Dwi Hantono, S.Sos., M.Si., M.Sc.
Peristiwa ini pun membuat masyarakat penasaran dengan rekam jejak sang perwira tinggi militer yang baru saja mengemban amanah sebagai Komandan Korem (Danrem) 072/Pamungkas berikut ini.
Kronologi Video Viral: Ketegasan Marshal Jogja Marathon Hadapi Ajudan
Insiden di jalur steril perlombaan lari massal tersebut menjadi viral setelah netizen menyoroti dinamika penegakan aturan di lapangan yang berlangsung cukup alot:
-
Pencegatan Pria Tanpa BIB: Jalur steril perlombaan sempat memanas ketika seorang pria yang diduga bertugas sebagai ajudan nekat ikut berlari mendampingi atasannya tanpa mengenakan atribut nomor identitas resmi (BIB). Petugas lapangan (marshal) yang berjaga langsung mengambil tindakan tegas dengan menghentikan paksa pria tersebut.
-
Protes Status Peserta Undangan: Aksi pencegatan ini sempat memicu adu argumen di lokasi kejadian. Sang pelari, yang merupakan perwira tinggi undangan resmi dari pihak penyelenggara, sempat turun tangan membela pengawal pribadinya. Namun gertakan status khusus tersebut tidak membuat marshal goyah.
-
Aturan Tegak Saklek: Demi menjaga sportivitas dan keselamatan seluruh pelari, petugas tetap melarang keras pria tanpa BIB itu untuk masuk ke rute perlombaan. Pada akhirnya, sang pengantin baru di Korem Pamungkas ini terpaksa melanjutkan sisa rute perlombaan seorang diri tanpa pengawalan.
Video ini langsung banjir pujian dari warganet yang mengapresiasi profesionalisme serta keberanian sang marshal karena dinilai tidak pandang bulu dalam menegakkan aturan perlombaan.
Mengenal Rekam Jejak dan Karier Militer Brigjen TNI Yuniar Dwi Hantono
Di luar insiden lapangan yang viral tersebut, Brigjen TNI Yuniar Dwi Hantono sebenarnya merupakan salah satu perwira tinggi yang memiliki karier dan prestasi cemerlang di tubuh TNI Angkatan Darat:
-
Lulusan Akmil 1997: Ia merupakan alumni Akademi Militer (Akmil) angkatan 1997 yang tumbuh dan besar dari kecabangan Artileri Medan (Armed).
-
Kepemimpinan Baru di Yogyakarta: Jenderal bintang satu ini baru saja resmi menjabat sebagai Danrem 072/Pamungkas di bawah Kodam IV/Diponegoro bulan ini. Ia masuk menggantikan posisi Brigjen TNI Bambang Sujarwo yang bergeser tugas menjadi Kasdam XII/Tanjungpura.
-
Pakar Diplomasi Pertahanan Global: Sang Jenderal dikenal memiliki kecakapan tinggi dalam urusan diplomasi internasional. Mabes TNI bahkan pernah menunjuk dirinya untuk mengikuti program pendidikan pertahanan global bergengsi di Inggris pada tahun 2025 lalu.
Daftar Riwayat Jabatan Strategis:
-
Dandim 1304/Gorontalo (2016): Mengawali kepemimpinan wilayah teritorial di tingkat komando distrik militer.
-
Danmen Armed 2/Sthira Yudha (2018): Memimpin satuan elite komando resimen persenjataan berat.
-
Kasubditbinmantrolik Sdirbinum Pussenarmed: Mengisi jabatan staf di Pusat Kesenjataan Artileri Medan.
-
Kasrem 152/Baabullah (2024): Menjadi orang nomor dua di jajaran Korem wilayah Maluku Utara, Kodam XV/Pattimura.
-
Paban VIII/Binkumtaltibprot Spersad (2025): Bertugas di lingkungan Staf Personel Angkatan Darat Mabesad hingga berhasil meraih promosi pangkat bintang satu (Brigadir Jenderal).
-
Danrem 072/Pamungkas (2026): Resmi memimpin komando teritorial strategis yang membawahi wilayah Yogyakarta dan sekitarnya.
Potongan video viral di ajang Mandiri Jogja Marathon ini memberikan pelajaran berharga mengenai pentingnya menjunjung tinggi regulasi dan sportivitas di ruang publik tanpa memandang status sosial ataupun jabatan seseorang.
Di sisi lain, ketegasan aturan di lapangan ini sama sekali tidak mengurangi rasa hormat publik terhadap profil mentereng Brigjen TNI Yuniar Dwi Hantono sebagai seorang pemimpin militer berwawasan global yang kini siap menjaga stabilitas teritorial Yogyakarta.
Bagaimana pendapat Gen mengenai keberanian marshal Jogja Marathon dalam menegakkan aturan lintasan steril kali ini? Sampaikan komentar kamu di bawah!