Desak Evaluasi Pemerintahan Prabowo-Gibran, PMII Gelar Aksi Demo Serentak di 300 Titik Se-Indonesia
JAKARTA, GENVOICE.ID -Pengurus Besar Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PB PMII) secara resmi menginstruksikan seluruh kadernya untuk menggelar aksi demonstrasi serentak yang tersebar di sekitar 300 titik di berbagai wilayah Indonesia.
Aksi nasional yang dijadwalkan berlangsung selama tiga hari berturut-turut, mulai dari tanggal 22 hingga 24 Juni 2026 ini, membawa misi besar untuk melakukan evaluasi kritis terhadap kinerja kabinet pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
Berikut adalah poin-poin tuntutan dan fokus utama pergerakan mahasiswa dalam aksi serentak tersebut.
Tiga Tuntutan Utama PB PMII dalam Evaluasi Kabinet Merah Putih
Dalam rilis resminya, pengurus pusat organisasi mahasiswa tersebut menggarisbawahi beberapa sektor krusial yang dianggap perlu mendapatkan perhatian serta perbaikan segera dari pemerintah pusat:
1. Tuntutan Evaluasi Total Jajaran Kabinet
Ketua Umum PB PMII, Muhammad Shofiyulloh Cokro, menegaskan bahwa aksi serentak ini merupakan manifestasi nyata dari fungsi mahasiswa sebagai kontrol sosial.
PB PMII mendesak Presiden Prabowo untuk melakukan perombakan atau evaluasi total terhadap kinerja para menteri di Kabinet Merah Putih. Langkah ini dinilai penting untuk memastikan bahwa setiap regulasi dan kebijakan yang ditelurkan oleh kementerian benar-benar murni berorientasi pada kemaslahatan rakyat kecil.
2. Penguatan Arah Pembangunan Ekonomi Nasional
Sektor perekonomian juga menjadi sorotan tajam. Sekretaris Jenderal PB PMII, Ahmad Syahrul Fadhil, mengingatkan pemerintah agar arah pembangunan ekonomi nasional dikembalikan pada khitah dan amanat Pasal 33 UUD 1945.
Mahasiswa mendorong terwujudnya kedaulatan ekonomi yang berpihak pada publik, sekaligus meminta penataan birokrasi kabinet yang berbasis pada kompetensi nyata (meritocracy) serta efektivitas kerja di lapangan.
3. Efisiensi Anggaran dan Pemangkasan Program Tak Efektif
Selain tata kelola ekonomi makro, PMII mengkritisi banyaknya program kerja dan lembaga baru yang dinilai memboroskan anggaran negara tanpa memberikan timbal balik yang signifikan bagi masyarakat.
Mahasiswa menuntut adanya efisiensi anggaran secara ketat. Alokasi dana negara yang besar diharapkan dapat dialihkan untuk membiayai sektor-sektor prioritas yang berdampak langsung pada hajat hidup orang banyak, salah satunya adalah peningkatan kesejahteraan guru di berbagai daerah.
Gerakan serentak di ratusan titik ini menjadi sinyal kuat bahwa elemen mahasiswa akan tetap mengambil posisi aktif sebagai mitra kritis guna mengawal jalannya roda pemerintahan Prabowo-Gibran agar tidak keluar dari jalur konstitusi.
Evaluasi menyeluruh terhadap efektivitas program dan penataan kompetensi kabinet diharapkan mampu membawa perubahan konkret bagi kesejahteraan masyarakat luas secara merata.