BMKG Soroti Siklon Mekkhala, Apa Dampaknya?

Genvoice.id | 22 Jun 2026

JAKARTA, GENVOICE.ID - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) terus memantau perkembangan Siklon Tropis Mekkhala yang saat ini berada di Laut Filipina, sebelah timur laut Filipina. Meski pusat badai tidak berada di wilayah Indonesia, fenomena tersebut tetap memberikan dampak tidak langsung terhadap sejumlah perairan di Tanah Air.

Melalui Tropical Cyclone Warning Centre (TCWC) Jakarta, BMKG mulai memonitor sistem cuaca ini sejak masih berstatus Bibit Siklon Tropis 92W pada 19 Juni 2026. Sistem tersebut kemudian berkembang menjadi siklon tropis pada 20 Juni 2026.

Berdasarkan pemantauan terbaru pada Senin (22/6), Siklon Tropis Mekkhala diperkirakan terus menguat dalam 24 jam ke depan. BMKG memprediksi badai tersebut dapat mencapai kategori empat dengan arah pergerakan menuju barat laut.

Walaupun pusat siklon berada cukup jauh dari Indonesia, keberadaannya memengaruhi kondisi laut di kawasan utara Indonesia. Dampak utama yang diperkirakan terjadi adalah peningkatan tinggi gelombang di sejumlah wilayah perairan.

BMKG memprakirakan gelombang laut dengan ketinggian antara 1,25 hingga 2,5 meter berpotensi terjadi di beberapa wilayah, antara lain:

  • Perairan Kepulauan Sangihe dan Kepulauan Talaud

  • Laut Maluku

  • Samudra Pasifik utara Maluku

  • Samudra Pasifik utara Papua Barat Daya

Kondisi tersebut perlu menjadi perhatian masyarakat pesisir, nelayan, dan pelaku pelayaran yang beraktivitas di wilayah terdampak. Gelombang yang meningkat dapat memengaruhi keselamatan pelayaran, terutama bagi kapal berukuran kecil.

BMKG juga mengingatkan masyarakat agar tetap mewaspadai potensi cuaca ekstrem yang dapat menyertai dampak siklon, seperti hujan lebat, angin kencang, dan gelombang tinggi di sejumlah perairan.

Nama Mekkhala sendiri berasal dari Thailand dan merupakan salah satu nama siklon yang ditetapkan oleh Komite Topan Organisasi Meteorologi Dunia atau World Meteorological Organization (WMO) untuk wilayah Pasifik Barat.

Dalam mitologi Thailand, Mekkhala dikenal sebagai Dewi Lautan atau Dewi Petir. Nama tersebut kemudian digunakan sebagai salah satu daftar nama siklon tropis yang berpotensi muncul di kawasan Pasifik Barat.

BMKG mengimbau masyarakat untuk terus memantau informasi cuaca dan peringatan dini yang dikeluarkan secara resmi, terutama bagi warga yang tinggal di wilayah pesisir atau memiliki aktivitas di laut selama beberapa hari ke depan.