Gunung Lewotobi Laki-laki Meletus Beruntun, Enam Kali Erupsi Terjadi dalam Sehari

Genvoice.id | 22 Apr 2026

JAKARTA, GENVOICE.ID - Aktivitas vulkanik Gunung Lewotobi Laki-laki di Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur, kembali meningkat. Dalam rentang waktu sejak Selasa malam hingga Rabu siang (22/4), gunung tersebut tercatat mengalami enam kali erupsi.

Berdasarkan laporan Badan Geologi Kementerian ESDM, letusan terjadi secara bertahap mulai pukul 23.43 Wita. Aktivitas erupsi kemudian berlanjut pada dini hari hingga siang hari, tepatnya pada pukul 03.30 Wita, 05.13 Wita, 08.12 Wita, 10.41 Wita, hingga erupsi terakhir pada pukul 13.53 Wita.

Pelaksana Tugas Kepala Badan Geologi, Lana Saria, menjelaskan bahwa tinggi kolom abu yang dihasilkan bervariasi, mulai dari 300 meter hingga mencapai 1.200 meter di atas puncak gunung. Pada erupsi terakhir, kolom abu terpantau cukup tebal dengan warna kelabu dan condong ke arah barat daya serta barat.

Meski aktivitas meningkat, status gunung saat ini masih berada pada Level II atau Waspada. Namun demikian, masyarakat diimbau untuk tidak melakukan aktivitas dalam radius empat kilometer dari pusat erupsi guna menghindari risiko bahaya.

Selain potensi letusan, warga juga diminta waspada terhadap ancaman banjir lahar hujan. Risiko ini dapat terjadi terutama di wilayah-wilayah yang dilalui aliran sungai berhulu dari puncak gunung, seperti Dulipali, Padang Pasir, Nobo, Nurabelen, Klatanlo, Hokeng Jaya, Boru, hingga Nawakote, terutama saat curah hujan tinggi.

Untuk mengurangi dampak kesehatan akibat abu vulkanik, masyarakat yang berada di area terdampak disarankan menggunakan masker atau pelindung hidung dan mulut. Langkah ini penting untuk mencegah gangguan pada sistem pernapasan.

Pemerintah juga mengingatkan warga agar tetap tenang serta mengikuti arahan resmi dari otoritas setempat. Informasi terkait aktivitas gunung diharapkan hanya merujuk pada sumber resmi, termasuk Pos Pengamatan Gunung Lewotobi Laki-laki di Desa Pululera maupun Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) di Bandung.

Dengan aktivitas yang masih fluktuatif, pemantauan intensif terus dilakukan untuk memastikan keselamatan masyarakat di sekitar kawasan gunung.