Lebaran Tapi Belum Bisa Memaafkan, Apa Hukumnya Menurut Islam?

Genvoice.id | 22 Mar 2026

JAKARTA, GENVOICE.ID - Lebaran Idul Fitri selalu identik dengan tradisi saling bermaafan. Momen ini menjadi waktu terbaik untuk memperbaiki hubungan dan kembali menjalin silaturahmi yang mungkin sempat renggang.

Namun kenyataannya, tidak semua orang mudah membuka hati untuk memaafkan. Lalu, bagaimana sebenarnya hukumnya dalam Islam?

Menurut penjelasan ulama, memaafkan kesalahan orang lain sangat dianjurkan dalam Islam, terlebih saat momen Lebaran yang penuh makna kemenangan dan kebersihan hati.

Bahkan, ketika seseorang datang untuk meminta maaf, tidak ada larangan untuk menerimanya. Justru, sikap memaafkan dianggap sebagai bentuk kelapangan hati yang diajarkan dalam Islam.

Dampak Jika Tetap Menyimpan Dendam

Menolak memaafkan bukan hanya soal perasaan, tapi juga bisa berdampak besar dalam kehidupan sosial dan spiritual.

Sikap keras hati yang enggan memaafkan dapat:

  • Merusak hubungan dengan orang lain
  • Memutus tali silaturahmi
  • Menghilangkan ketenangan dalam hidup

Dalam ajaran Islam, memutus silaturahmi termasuk perbuatan yang sangat dilarang dan memiliki konsekuensi serius, seperti tidak diterimanya amal, tidak mendapat rahmat Allah, mendapat azab, dilaknat Allah dan dimasukkan ke neraka, hingga tidak masuk surga.

Keutamaan Memaafkan dalam Islam

Islam sangat menekankan pentingnya sifat pemaaf. Bahkan, dalam Al-Qur'an umat Muslim diperintahkan untuk menjadi pribadi yang mudah memaafkan dan tetap berbuat baik.

Melansir dari buku Orang-orang yang Mendapat Rahmat oleh Thaha Abdullah, sikap pemaaf harus dimiliki oleh setiap muslim. Dalam surah Al-A'rah ayat 199, Allah SWT berfirman:

خُذِ الْعَفْوَ وَأْمُرْ بِالْعُرْفِ وَأَعْرِضْ عَنِ الْجَاهِلِينَ

Artinya: "Jadilah pemaaf dan suruhlah orang mengerjakan yang makruf, serta jangan pedulikan orang-orang yang bodoh."

Dalam sebuah riwayat dikatakan:

الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وصحبه أجمعين، أما بعد. قال رسول الله صلى الله عليه وسلم : (( أفضل الإيمان الصبر و السماحة )) (صحيح) (فر،تخ،حم)

Artinya: Rasulullah SAW bersabda, "Iman yang paling utama adalah sabar dan pemaaf atau lapang dada." (HR Bukhari dan Ad-Dailami)

Sikap ini mencerminkan:

  • Kelapangan hati
  • Kesabaran
  • Tingginya kualitas iman

Jadi, Harus Memaafkan?

Meski tidak selalu mudah, Islam sangat menganjurkan umatnya untuk memaafkan, apalagi jika orang tersebut sudah datang meminta maaf.

Lebaran adalah momen terbaik untuk:

  • Melepaskan dendam
  • Memperbaiki hubungan
  • Memulai lembaran baru yang lebih baik