Dilansir dari Alo Dokter, kamu bisa mengenali benjolan yang cenderung aman dari bentuk, tekstur, sampai perubahannya seperti berikut ini.
1. Permukaannya Mulus
Benjolan yang tidak berbahaya biasanya punya permukaan yang halus dan terasa kenyal saat diraba. Bentuknya juga cenderung rapi dan nggak beraturan, berbeda dengan benjolan berbahaya yang biasanya terasa kasar dan bentuknya nggak jelas atau bergerigi.
2. Tidak Menimbulkan Nyeri
Sebagian besar benjolan yang tidak berbahaya nggak menimbulkan rasa sakit, baik saat disentuh maupun tidak. Kalau benjolan mulai terasa nyeri terus-menerus, apalagi makin parah, itu bisa jadi tanda perlu diperiksa lebih lanjut.
3. Teksturnya Lunak atau Kenyal
Gen, benjolan yang aman biasanya terasa lunak karena berisi cairan atau jaringan lemak. Sementara benjolan yang lebih serius sering kali terasa keras karena adanya pertumbuhan sel yang tidak normal.
4. Bisa Digerakkan
Salah satu tanda paling gampang dikenali adalah benjolan bisa digerakkan saat disentuh. Misalnya pada lipoma, benjolan bisa sedikit geser di bawah kulit. Kalau benjolan terasa menempel dan nggak bisa digerakkan, sebaiknya lebih waspada.
5. Ukurannya Stabil
Benjolan yang tidak berbahaya biasanya nggak membesar secara cepat. Bahkan, dalam beberapa kasus seperti kista, ukurannya bisa tetap sama dalam waktu lama tanpa perlu tindakan medis. Sebaliknya, benjolan yang berbahaya cenderung tumbuh cepat dan makin membesar dalam waktu singkat.
Gen, meskipun banyak benjolan di leher yang tidak berbahaya, bukan berarti boleh diabaikan sepenuhnya. Penting untuk tetap memantau perubahan ukuran, rasa, atau bentuknya dari waktu ke waktu.
Kalau mulai muncul tanda mencurigakan seperti cepat membesar, terasa keras, atau menimbulkan nyeri, sebaiknya segera periksa ke dokter untuk memastikan kondisinya.
Mengetahui ciri-ciri benjolan di leher yang tidak berbahaya bisa bantu kamu lebih tenang dalam menghadapi kondisi ini. Nggak semua benjolan itu tanda penyakit serius, tapi tetap perlu diperhatikan dengan bijak.