Syarat Wajib Puasa Ramadan Yang Harus Kamu Tahu, Cek Apakah Kamu Sudah Masuk Kriteria Wajib Ibadah Menurut Aturan Syariat!

Genvoice.id | 22 Feb 2026

JAKARTA, GENVOICE.ID - Bulan Ramadan 2026 sudah di depan mata dan euforianya mulai terasa di mana-mana. Sebagai ibadah yang paling ditunggu-tunggu umat muslim di seluruh dunia, puasa bukan cuma soal menahan lapar dan haus dari terbit fajar sampai terbenam matahari saja. Ada aturan main yang sangat jelas tentang siapa saja yang sebenarnya sudah terkena beban kewajiban untuk menjalankan rukun Islam yang satu ini. Jangan sampai kamu cuma ikut-ikutan tren atau sekadar ikut sahur bareng circle kamu tanpa paham landasan hukum yang mendasarinya.

Banyak dari kita yang mungkin masih merasa abu-abu tentang kapan sebenarnya seorang anak kecil mulai wajib puasa atau gimana status hukumnya kalau seseorang belum bisa konsisten menjalankan salat lima waktu tapi pengen tetap puasa. Pengetahuan dasar seperti ini penting banget supaya ibadah kita nggak sekadar formalitas, tapi benar-benar punya dasar yang kuat secara fikih.

Memahami syarat-syarat ini juga bakal bikin kita lebih bijak dalam menilai diri sendiri dan orang-orang di sekitar kita. Ibadah yang dijalankan dengan ilmu pastinya bakal terasa lebih mantap dan bermakna dibandingkan hanya sekadar menggugurkan kewajiban tahunan. Yuk, kita bedah tuntas apa saja kriteria utama yang bikin seseorang resmi wajib berpuasa sesuai dengan arahan para ulama dan dalil yang sah, nih Gen.

Dilansir dari RRI, Ustadz Khafidz Murtaji yang merupakan Pendiri Yayasan Pendidikan Joglo Arjuno Kabupaten Malang, memberikan penjelasan yang sangat mencerahkan. Beliau menekankan bahwa puasa adalah perintah langsung dari Allah SWT yang tertuang dalam Surah Al-Baqarah ayat 183:

"Yā ayyuhalladzīna āmanū kutiba 'alaikumush-shiyāmu kamā kutiba 'alalladzīna min qablikum la'allakum tattaqūn." "Wahai orang-orang yang beriman! Diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa."

Tiga Kriteria Utama Kewajiban Puasa

Berdasarkan penjelasan beliau, secara ilmu fikih setidaknya ada tiga syarat mutlak yang membuat puasa Ramadan menjadi wajib bagi seseorang. Pertama adalah Islam. Siapa pun yang sudah menyatakan diri beragama Islam, maka beban puasa sudah menempel pada dirinya. Menariknya, Ustadz Khafidz memberikan catatan penting buat kita yang mungkin masih belajar memperbaiki ibadah lain:

"Walaupun seseorang belum melaksanakan shalat secara konsisten, kewajiban puasa tidak gugur. Meninggalkan shalat adalah bentuk kedurhakaan, tetapi puasa tetap wajib," jelasnya.

Beliau mengingatkan bahwa rukun Islam seperti syahadat, salat, zakat, puasa, dan haji adalah kewajiban yang berdiri sendiri-sendiri. Artinya, satu kekurangan pada ibadah lain tidak menghilangkan kewajiban kamu untuk tetap berpuasa.

Syarat kedua adalah Baligh. Ini adalah fase di mana seseorang dianggap sudah dewasa secara biologis dan hukum agama. Buat cowok, tandanya adalah sudah mengalami mimpi basah, sedangkan buat cewek ditandai dengan datangnya masa haid. Kalau belum sampai di titik ini, seorang anak sebenarnya belum punya kewajiban, meski sudah boleh mulai latihan.

Syarat ketiga adalah Berakal. Ibadah puasa cuma diwajibkan buat mereka yang memiliki kesadaran dan kesehatan mental yang normal. Orang yang sedang mengalami gangguan jiwa atau hilang akal tidak diberikan beban untuk berpuasa. Hal ini merujuk pada pesan Nabi Muhammad SAW:

"Rufi'al-qalamu 'an tsalāthin: 'anis-shabiyyi hattā yahtalim, wa 'anil-majnūni hattā ya'qil, wa 'anin-nā'imi hattā yastaiqizh." "Pena (catatan amal) diangkat dari tiga golongan: anak kecil sampai ia baligh, orang gila sampai ia berakal, dan orang tidur sampai ia bangun." (HR. Abu Dawud dan Tirmidzi)

Dengan memahami tiga poin di atas, kita jadi tahu kalau Islam itu sangat memudahkan pemeluknya dan tidak memaksakan ibadah kepada mereka yang memang belum siap secara fisik maupun mental.